MAB Portal Islam

MASJID AL-FALAH BENHIL JAKARTA. “Dari Masjid untuk Umat, Menebarkan Ilmu dan Kebaikan”

YUSUF AL-QARADAWI: ULAMA GLOBAL, PEMIKIR FIKIH KONTEMPORER, DAN SUARA ISLAM DI PANGGUNG INTERNASIONAL

YUSUF AL-QARADAWI: ULAMA GLOBAL, PEMIKIR FIKIH KONTEMPORER, DAN SUARA ISLAM DI PANGGUNG INTERNASIONAL

Syekh Prof. Dr. Yusuf al-Qaradawi merupakan salah satu ulama dan pemikir Islam paling berpengaruh pada era modern. Ia lahir pada 9 September 1926 di Safat Turab, sebuah desa di Delta Sungai Nil, Mesir. Ia wafat di Doha, Qatar, pada 26 September 2022 dalam usia 96 tahun. Dalam perjalanan hidupnya, ia dikenal sebagai ahli fikih, penulis, pendakwah, pengajar, dan tokoh yang aktif membahas persoalan umat Islam dalam konteks dunia modern.

Masa kecil al-Qaradawi berlangsung dalam lingkungan pendidikan Islam. Ia menghafal Al-Qur’an sebelum berusia sepuluh tahun. Setelah menempuh pendidikan di lembaga-lembaga Al-Azhar, ia melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar. Sumber biografis resmi International Union of Muslim Scholars mencatat bahwa ia memperoleh pendidikan lanjutan dalam bahasa Arab, Al-Qur’an, ilmu Sunnah, dan studi Islam, kemudian meraih doktor pada 1973 dengan penelitian mengenai zakat dan dampaknya terhadap persoalan sosial.

Perjalanan intelektualnya tidak berlangsung tanpa tekanan. Sejak muda, al-Qaradawi terlibat dalam aktivitas dakwah dan memiliki hubungan dengan gerakan Ikhwanul Muslimin. Ia beberapa kali mengalami penahanan oleh pemerintah Mesir. Pengalaman tersebut ikut membentuk pandangannya mengenai dakwah, masyarakat, keadilan, dan hubungan antara Islam dengan persoalan sosial. Biografi resmi IUMS mencatat sejumlah penahanan yang dialaminya sejak 1949 dan pada periode berikutnya.

Pada 1961, al-Qaradawi pindah ke Qatar. Di negara tersebut, perjalanan akademik dan dakwahnya berkembang pesat. Ia pernah memimpin lembaga pendidikan agama, kemudian ikut membangun Departemen Studi Islam di Qatar University. Pada 1977, ia mendirikan sekaligus menjadi dekan Fakultas Syariah dan Studi Islam di Qatar University. Ia juga menjadi direktur pendiri Pusat Riset Sunnah dan Sirah Nabi.

Pengaruhnya kemudian melampaui ruang kelas dan masjid. Al-Qaradawi aktif menulis buku, artikel, fatwa, dan memberikan ceramah di berbagai negara. International Union of Muslim Scholars mencatat keterlibatannya dalam berbagai lembaga keilmuan, dewan fikih, institusi ekonomi Islam, universitas, serta forum internasional. Aktivitas tersebut membuat pemikirannya menjangkau masyarakat Muslim di Timur Tengah, Asia, Afrika, Eropa, dan kawasan lainnya.

Salah satu faktor terbesar yang memperluas pengaruh al-Qaradawi adalah media. Ia dikenal luas melalui program Al Jazeera “Al-Shariah wal-Hayah”, yang membahas persoalan syariat dan kehidupan masyarakat modern. Sumber yang terdapat dalam bahan pengguna menyebut program tersebut diperkirakan menjangkau puluhan juta pemirsa di berbagai negara. Ia juga berperan dalam pendirian IslamOnline pada 1997, sebuah platform yang menjadikan fatwa dan pemikiran Islam lebih mudah diakses melalui internet.

Karya tulis menjadi bagian penting dari warisan intelektualnya. Ia menulis lebih dari seratus karya dalam bidang fikih, ushul fikih, ekonomi Islam, Al-Qur’an, Sunnah, akidah, akhlak, pendidikan, dakwah, dan persoalan sosial. Di antara karya yang paling dikenal ialah Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam, Fiqh al-Zakah, Fatawa Mu’ashirah, Kayfa Nata’amal ma’a al-Qur’an, dan Kayfa Nata’amal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah.

Dalam bidang ekonomi Islam, Fiqh al-Zakah menjadi salah satu karya pentingnya. Kajian mengenai zakat tidak ia tempatkan hanya sebagai persoalan ibadah individual. Ia menghubungkannya dengan persoalan kemiskinan, distribusi kekayaan, dan problem sosial. Pendekatan seperti ini menjadi salah satu ciri pemikirannya, yaitu menghubungkan pembahasan fikih dengan kondisi masyarakat.

Dalam bidang fikih, al-Qaradawi dikenal berusaha menghubungkan teks agama dengan realitas kehidupan. Ia membahas persoalan minoritas Muslim, fikih kenegaraan, ijtihad kontemporer, puasa, kebersihan, musik, serta berbagai persoalan baru. Pendekatan tersebut membuat karyanya dibaca oleh kalangan yang mencari formulasi fikih untuk masyarakat modern. Biografi IUMS juga menempatkan fikih dan fatwa sebagai salah satu bidang utama aktivitas intelektualnya.

Pengaruhnya juga terlihat dari penghargaan internasional yang diterimanya. Ia menerima penghargaan dari Islamic Development Bank dalam bidang ekonomi Islam, King Faisal International Prize for Islamic Studies, penghargaan keilmuan dari International Islamic University Malaysia, serta Sultan Hassan Bolkiah Award dalam bidang fikih Islam.

Pada 2004, al-Qaradawi menjadi salah satu tokoh penting dalam pembentukan International Union of Muslim Scholars. Organisasi tersebut kemudian menjadi salah satu wadah ulama dan cendekiawan Muslim lintas negara. IUMS mencatat bahwa organisasi itu didirikan di Dublin pada 2004 dengan kontribusi penting al-Qaradawi dan kemudian memindahkan kantor pusatnya ke Doha.

Al-Qaradawi juga menjadi figur yang kontroversial. Media internasional dan pemerintah Barat menyoroti sejumlah pandangannya mengenai politik, Palestina, kekerasan, dan hubungan Islam dengan negara modern. Karena beberapa pandangan politiknya, ia menghadapi pembatasan perjalanan, termasuk larangan masuk Inggris pada 2008 dan Prancis pada 2012. Karena itu, membaca sosok al-Qaradawi membutuhkan pembedaan antara kontribusi akademiknya, aktivitas dakwahnya, dan posisi politiknya.

Perdebatan mengenai al-Qaradawi juga menunjukkan besarnya pengaruh seorang ulama ketika pemikiran keagamaan bertemu dengan media global. Ia tidak hanya dikenal melalui kitab dan majelis ilmu. Ia hadir melalui televisi, radio, surat kabar, buku, internet, dan berbagai forum internasional. IUMS mencatat bahwa tulisan dan fatwanya pernah diterbitkan dalam berbagai majalah dan surat kabar di sejumlah negara.

Pada 26 September 2022, Yusuf al-Qaradawi meninggal dunia di Doha. IUMS mengumumkan wafatnya sebagai wafatnya pendiri sekaligus presiden organisasi tersebut. Ia meninggalkan karya dalam jumlah besar dan pengaruh yang tetap menjadi bahan kajian, apresiasi, kritik, serta perdebatan di dunia Islam.

Warisan al-Qaradawi tidak dapat diringkas hanya dalam satu label. Ia merupakan ulama yang membangun karier akademik di Al-Azhar dan Qatar, penulis produktif, pendakwah yang memanfaatkan media modern, serta tokoh yang mengambil posisi dalam persoalan sosial dan politik dunia Islam. Pengaruhnya terasa melalui kitab, fatwa, pendidikan, televisi, internet, dan lembaga internasional.

Bagi generasi sekarang, perjalanan hidup al-Qaradawi memberikan pelajaran bahwa ilmu membutuhkan proses panjang. Ia memulai dari desa kecil di Mesir, menghafal Al-Qur’an sejak usia muda, belajar di Al-Azhar, mengalami penahanan, berpindah ke Qatar, membangun institusi pendidikan, menulis banyak karya, dan akhirnya menjadi salah satu figur Islam yang dikenal secara global.

Tiga inspirasi utama dari perjalanan hidup Yusuf al-Qaradawi adalah:

  1. ILMU HARUS DIPELAJARI SEPANJANG HIDUP
    • Al-Qaradawi membangun tradisi keilmuan melalui pendidikan formal, membaca, menulis, mengajar, berdiskusi, dan meneliti. Perjalanan akademiknya menunjukkan bahwa pengaruh intelektual membutuhkan fondasi ilmu yang kuat.
  2. DAKWAH HARUS MEMAHAMI ZAMAN
    • Ia menggunakan berbagai sarana komunikasi untuk menjelaskan persoalan Islam kepada masyarakat. Dari mimbar masjid hingga televisi dan internet, ia menunjukkan pentingnya memahami media yang digunakan masyarakat.
  3. KARYA MEMPERPANJANG MANFAAT ILMU
    • Al-Qaradawi meninggalkan ratusan karya dan tulisan yang terus dipelajari setelah wafatnya. Ini menunjukkan pentingnya mendokumentasikan ilmu. Ceramah dapat selesai ketika disampaikan, tetapi karya tertulis dapat terus dibaca, dikaji, dikritik, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.

PERJALANAN AKADEMIK DAN PENDIDIKAN

  • Al-Qaradawi menempuh pendidikan di lingkungan Al-Azhar. Ia kemudian memperoleh pendidikan lanjutan dalam bidang ilmu-ilmu Islam dan menyelesaikan penelitian doktoralnya mengenai zakat. Kajian tersebut kemudian berkembang menjadi salah satu karya pentingnya, Fiqh al-Zakah. Buku tersebut membahas zakat secara luas dengan menghubungkannya dengan persoalan ekonomi dan sosial.
  • Pada 1961 ia pindah ke Qatar. Di sana ia memainkan peran besar dalam pengembangan pendidikan Islam. Ia menjadi dekan lembaga pendidikan agama, kemudian ikut membangun Departemen Studi Islam di Qatar University. Pada 1977 ia mendirikan Fakultas Syariah dan Studi Islam di Qatar University dan menjadi dekan hingga 1989/1990. Ia juga menjadi direktur pendiri Pusat Riset Sunnah dan Sirah Nabi.

PERAN DALAM FIKIH DAN FATWA

  • Salah satu identitas intelektual al-Qaradawi adalah keterlibatannya dalam fikih kontemporer. Ia berusaha menjawab persoalan baru dengan menghubungkan Al-Qur’an, Sunnah, warisan fikih, maqashid al-syari’ah, dan realitas masyarakat.
  • Karya Fatawa Mu’ashirah menjadi salah satu contoh pendekatan tersebut. Ia membahas persoalan ibadah, keluarga, masyarakat, ekonomi, politik, minoritas Muslim, dan berbagai persoalan kehidupan modern.
  • Dalam bidang ini, ia tidak hanya menulis. Ia juga aktif dalam forum fikih, konferensi, lembaga fatwa, dan berbagai dewan keilmuan. IUMS mencatat bidang fikih dan fatwa sebagai salah satu bidang utama pengabdiannya.

KARYA DALAM FIKIH DAN USHUL FIKIH

Di antara karya pentingnya dalam bidang fikih adalah:

  1. Al-Halal wa al-Haram fi al-Islam
  2. Fatawa Mu’ashirah
  3. Taysir al-Fiqh
  4. Fiqh al-Shiyam
  5. Fiqh al-Thaharah
  6. Fiqh al-Aqaliyyat al-Muslimah
  7. Al-Ijtihad fi al-Syari’ah al-Islamiyyah
  8. Madkhal li Dirasat al-Syari’ah al-Islamiyyah
  9. Min Fiqh al-Daulah fi al-Islam
  10. Al-Ijtihad al-Mu’ashir bayna al-Indhibath wa al-Infirath

Sebagian daftar tersebut juga terdapat dalam bahan yang kamu berikan.

KARYA DALAM EKONOMI ISLAM

Al-Qaradawi memberikan perhatian besar terhadap ekonomi Islam. Karya paling terkenal dalam bidang ini adalah Fiqh al-Zakah. Ia membahas konsep zakat, harta yang wajib dizakati, distribusi zakat, persoalan kemiskinan, serta fungsi sosial dan ekonomi zakat.

Karya lainnya mencakup:

  1. Fiqh al-Zakah
  2. Musykilat al-Faqr wa Kayfa ‘Alajaha al-Islam
  3. Bay’ al-Murabahah li al-Amir bi al-Syira’
  4. Dawr al-Zakah fi ‘Ilaj al-Musykilat al-Iqtishadiyyah
  5. Dawr al-Qiyam wa al-Akhlaq fi al-Iqtisad al-Islami
  6. Fawa’id al-Bunuk Hiya al-Riba al-Haram

Daftar tersebut menunjukkan bahwa perhatian al-Qaradawi terhadap ekonomi tidak berhenti pada teori fikih. Ia juga membahas kemiskinan, perbankan, nilai moral, dan distribusi kekayaan.

KARYA DALAM AL-QUR’AN DAN TAFSIR

Al-Qaradawi juga menghasilkan karya mengenai Al-Qur’an dan metode memahami wahyu. Di antaranya:

  1. Kayfa Nata’amal ma’a al-Qur’an
  2. Al-‘Aql wa al-‘Ilm fi al-Qur’an
  3. Al-Shabru fi al-Qur’an
  4. Tafsir Surah al-Ra’d
  5. Tafsir Surah Ibrahim
  6. Tafsir Surah al-Hijr

Ia juga menyampaikan kajian tafsir secara lisan melalui ceramah dan pelajaran Ramadan. Sebagian materi tersebut kemudian dikumpulkan dan disusun dalam bentuk karya tertulis.

KARYA DALAM HADIS DAN SUNNAH

Dalam studi Sunnah, beberapa karya pentingnya antara lain:

  1. Kayfa Nata’amal ma’a al-Sunnah al-Nabawiyyah
  2. Madkhal li Dirasat al-Sunnah
  3. Al-Muntaqa min al-Targhib wa al-Tarhib
  4. Al-Sunnah Masdaran li al-Ma’rifah wa al-Hadharah
  5. Al-Rasul wa al-‘Ilm
  6. Al-Rasul Muhammad, Rahmat li al-‘Alamin

Karya-karya tersebut memperlihatkan perhatian al-Qaradawi terhadap cara memahami hadis dan Sunnah dalam kehidupan masyarakat modern. Ensiklopedia karya lengkap IUMS memasukkan Sunnah dan ilmu hadis sebagai salah satu kelompok utama karya intelektualnya.

KARYA DALAM AKIDAH DAN AKHLAK

Ia juga menulis tentang tauhid, iman, takdir, kehidupan spiritual, niat, keikhlasan, tawakal, dan taubat.

Di antara judul yang tercantum dalam bibliografi adalah Wujud Allah, Haqiqat al-Tawhid, al-Iman bi al-Qadar, al-Tawakkul, al-Tawbah ila Allah, dan al-Niyyat wa al-Ikhlas.

KARYA DALAM DAKWAH DAN PENDIDIKAN

Al-Qaradawi memandang pendidikan sebagai bagian penting dari kebangkitan umat. Ia menulis tentang karakter dai, pemanfaatan waktu, pendidikan Islam, dan perkembangan gerakan dakwah.

Di antara karyanya:

  1. Thaqafat al-Da’iyah
  2. Al-Waqt fi Hayat al-Muslim
  3. Al-Tarbiyah al-Islamiyyah wa Madrasah Hasan al-Banna
  4. Al-Rasul wa al-‘Ilm
  5. Al-Ikhwan al-Muslimun, Sab’un ‘Aman fi al-Da’wah wa al-Tarbiyah

PERAN DALAM DAKWAH INTERNASIONAL

  • Al-Qaradawi tidak membatasi aktivitas dakwahnya pada satu negara. Ia melakukan perjalanan, memberikan ceramah, mengikuti konferensi, menghadiri seminar, dan berkomunikasi dengan masyarakat Muslim di berbagai negara.
  • Menurut IUMS, aktivitasnya mencakup penulisan, dakwah, fatwa, konferensi, ceramah, keanggotaan lembaga, ekonomi Islam, pekerjaan sosial, pembinaan kebangkitan Islam, serta aktivitas gerakan.

PERAN DALAM MEDIA

  • Media menjadi salah satu faktor penting yang membuat pemikirannya dikenal secara internasional. Ia dikenal luas melalui program Al-Shariah wal-Hayah di Al Jazeera. Program tersebut membahas persoalan agama dan kehidupan kontemporer.
  • Ia juga berperan dalam perkembangan IslamOnline. Kehadiran media tersebut memperluas akses masyarakat terhadap fatwa, artikel, kajian, dan pemikiran Islam.
  • Dengan media televisi dan internet, al-Qaradawi menjadi salah satu ulama yang berhasil membawa pembahasan fikih keluar dari ruang kelas dan kitab menuju ruang publik internasional.

PERAN DALAM INTERNATIONAL UNION OF MUSLIM SCHOLARS

  • Al-Qaradawi menjadi tokoh utama dalam pembentukan International Union of Muslim Scholars pada 2004. Organisasi tersebut menjadi salah satu wadah ulama dan cendekiawan Muslim lintas negara.
  • Peran ini memperlihatkan orientasinya untuk membangun jaringan keilmuan yang melampaui batas negara. Ia kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh utama organisasi tersebut.

PERAN DALAM KEBANGKITAN ISLAM

  • Al-Qaradawi banyak menulis tentang kebangkitan Islam. Ia membahas hubungan antara ilmu, dakwah, masyarakat, pendidikan, dan perubahan sosial.
  • Beberapa karyanya antara lain Al-Shahwah al-Islamiyyah bayna al-Juhud wa al-Tatharruf, Al-Shahwah al-Islamiyyah bayna al-Ikhtilaf al-Masyru’ wa al-Tafarruq al-Madzmum, dan Min Ajli Shahwah Rasyidah Tujaddid al-Din wa Tanhadh bi al-Dunya.
  • Tema tersebut menunjukkan perhatian besarnya terhadap arah perkembangan masyarakat Muslim dan bagaimana kebangkitan Islam dapat diarahkan melalui ilmu dan pendidikan.

KARYA DALAM SEJARAH DAN BIOGRAFI

  • Al-Qaradawi juga menulis sejarah, biografi ulama, dan kenangan terhadap tokoh yang memengaruhi perjalanan intelektualnya.
  • Salah satu karya pentingnya adalah Wada’ al-A’lam. Menurut IUMS, karya tersebut memuat biografi 82 tokoh dari kalangan guru, murid, dan sahabatnya. Ensiklopedia karya lengkapnya juga memasukkan karya mengenai tokoh-tokoh seperti Abul A’la al-Maududi, Abul Hasan al-Nadwi, Muhammad al-Ghazali, dan Muhammad ‘Imarah.

KARYA SASTRA

  • Sisi lain yang sering kurang dikenal adalah aktivitas sastranya. Al-Qaradawi menulis karya drama dan puisi.
  • Di antara karya sastra yang disebut dalam biografi resmi IUMS adalah drama A World and a Tyrant yang menggambarkan keteguhan Sa’id bin Jubair menghadapi tirani al-Hajjaj. Ia juga memiliki kumpulan puisi Nafahat wa Lafahat.

KARYA KHUSUS UNTUK PENDIDIKAN QATAR

Al-Qaradawi juga ikut menulis bahan pendidikan untuk Kementerian Pendidikan Qatar. Menurut biografi resmi IUMS, terdapat lebih dari 20 buku yang disiapkan untuk lembaga pendidikan agama dan membahas tafsir, hadis, tauhid, fikih, masyarakat Islam, penelitian Islam, serta etika.

KHUTBAH DAN KARYA AUDIOVISUAL

  • Warisan al-Qaradawi tidak hanya berbentuk buku. Ia juga meninggalkan khutbah, ceramah, pelajaran, rekaman, program televisi, dan fatwa.
  • Ensiklopedia karya lengkapnya memasukkan sekitar 25 jilid khutbah dengan sekitar 500 khutbah. Selain itu, tim penyusun juga mengumpulkan materi visual dan audio, termasuk ceramah, pelajaran tafsir, pelajaran hadis, program televisi, dan fatwa.

ENSIKLOPEDIA 105 JILID

  • Besarnya produksi intelektual al-Qaradawi terlihat dari proyek Ensiklopedia Karya Lengkap Yusuf al-Qaradawi. IUMS menyebut ensiklopedia tersebut terdiri dari 105 jilid besar dengan lebih dari 75.000 halaman.
  • Karya-karya tersebut mencakup akidah, Al-Qur’an dan tafsir, hadis, fikih dan ushul fikih, fatwa, akhlak, sejarah, sastra, kebangkitan Islam, pendidikan, serta berbagai kajian Islam lainnya.

PENGHARGAAN INTERNASIONAL

Kontribusi al-Qaradawi juga memperoleh sejumlah penghargaan. Di antaranya Islamic Development Bank Award dalam bidang ekonomi Islam, King Faisal International Prize for Islamic Studies, penghargaan Distinguished Scientific Giving dari International Islamic University Malaysia, dan Sultan Hassan Bolkiah Award dalam bidang fikih Islam.

TIGA INSPIRASI TERBAIK KARYA BELIAU

  1. ILMU HARUS MENJADI KARYA
    • Al-Qaradawi menunjukkan bahwa ilmu tidak berhenti pada hafalan atau ceramah. Ia mengubah pengetahuan menjadi buku, penelitian, fatwa, pendidikan, dan lembaga.
  2. DAKWAH HARUS MENJANGKAU MASYARAKAT
    • Ia memanfaatkan masjid, universitas, buku, televisi, radio, dan internet. Cara ini membuat pemikiran keagamaan dapat menjangkau masyarakat lintas negara.
  3. WARISAN ILMU HARUS DOKUMENTASIKAN
    • Warisan 105 jilid dan lebih dari 75.000 halaman menunjukkan pentingnya dokumentasi. Karya yang ditulis dengan serius dapat terus dipelajari setelah seorang ulama wafat.

LEGASI INTELEKTUAL

  • Yusuf al-Qaradawi meninggalkan warisan yang luas. Ia berperan sebagai ulama, faqih, pendidik, penulis, pendakwah, pengelola lembaga, dan komunikator publik.
  • Namun, kajian akademik terhadap dirinya perlu tetap membedakan antara karya ilmiah, pandangan fikih, aktivitas dakwah, dan sikap politiknya. Pengaruhnya besar, tetapi sejumlah pandangannya juga menimbulkan perdebatan di dunia Islam dan di Barat. Karena itu, warisan al-Qaradawi paling tepat dipelajari melalui karya aslinya, konteks sejarahnya, serta kajian ilmiah yang mendukung maupun mengkritiknya.
  • Dari desa kecil di Delta Nil hingga panggung intelektual dunia, perjalanan Yusuf al-Qaradawi memperlihatkan bagaimana pendidikan, tulisan, dakwah, media, dan organisasi dapat membentuk pengaruh seorang ulama dalam skala internasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *