ABSTRAK
Idul Adha merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan sekaligus solidaritas sosial. Masjid Al-Falah Benhil Jakarta secara rutin menyelenggarakan kegiatan pemotongan hewan kurban, dan pada tahun ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Juni 2025 dengan partisipasi 118 shohibul qurban. Kegiatan ini bertujuan untuk mendistribusikan daging kurban secara adil, cepat, dan higienis kepada masyarakat yang berhak, dengan melibatkan tim yang terorganisir dari proses penyembelihan hingga distribusi. Tim inspeksi dari Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta melalui unit Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan telah melakukan evaluasi teknis dan menyatakan bahwa pelaksanaan telah sesuai dengan rekomendasi kesehatan hewan dan lingkungan. Fasilitas sanitasi seperti tempat cuci tangan dan kaki tersedia dan digunakan secara disiplin, sementara sterilisasi area dan pengelolaan limbah dilakukan secara sistematis berdasarkan prosedur dan kegiatan yang sudah disusun oleh panitia, sehingga mendapat apresiasi dari tim penilai. Penggunaan eco-enzim juga dinilai positif karena mendukung kebersihan dan prinsip ramah lingkungan. Meski demikian, beberapa kelemahan dan kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan akan menjadi bahan introspeksi bagi panitia untuk dilakukan perbaikan dan peningkatan kualitas kegiatan di masa mendatang.
LAPORAN KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan qurban di Masjid Al-Falah Benhil Jakarta merupakan agenda rutin tahunan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk ibadah dan solidaritas sosial kepada masyarakat. Pada tahun 2025, kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Juni, mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, berlokasi di halaman Masjid Al-Falah Benhil. Antusiasme umat sangat tinggi, tercermin dari partisipasi 121 shohibul qurban yang mempercayakan hewan kurbannya untuk diproses di masjid ini. Total hewan kurban yang disembelih meliputi 14 ekor sapi, 11 ekor kambing, dan 10 ekor domba, yang semuanya ditangani oleh tim panitia dengan sistem kerja yang terorganisir.
Seluruh proses pemotongan dilakukan dengan tetap mengedepankan syariat Islam dan protokol kesehatan hewan serta lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah individu, tetapi juga berfungsi memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk relawan, tenaga ahli, dan tim teknis, kegiatan berlangsung dengan lancar dan tertib. Distribusi daging kurban dilakukan secara merata kepada warga sekitar, mustahik, dan pihak-pihak yang telah terdata, guna memastikan manfaat kurban benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan
Tabel laporan dan data kegiatan qurban Masjid Al-Falah Benhil Jakarta 2025 M 1446 H:
laporan dan data kegiatan qurban Masjid Al-Falah Benhil Jakarta 1446 H:
| Keterangan | Jumlah | Catatan |
| Jumlah Shohibul Qurban | 116 orang | |
| Jumlah Hewan Qurban – Sapi | 14 ekor | |
| Jumlah Hewan Qurban – Kambing | 11 ekor | |
| Jumlah Hewan Qurban – Domba | 10 ekor | |
| Jumlah Paket daging 1 kg | 2234 paket | |
| Jumlah Panitia | 7 orang | Penanggung jawab teknis pelaksanaan kegiatan |
| Jumlah Relawan | 53 orang | Membantu proses teknis, distribusi, dan logistik |
| Tim Penyembelihan | 16 orang | Membantu proses pemotongan dan pengolahan daging |
| Tukang Sembelih | 1 orang | Bersertifikat, insya Allah orang shaleh dan berpegang teguh pada syariat Islam |
Tabel: Struktur Personel Pelaksana Idul Adha Masjid Al-Falah Benhil
| Kategori | Subkategori | Jumlah Personel |
|---|---|---|
| Panitia | Panitia Inti | 7 orang |
| Petugas Masjid | Petugas Harian Masjid | 9 orang |
| Relawan | Penyembelih | 17 orang |
| Pencacah | 23 orang | |
| Pengemas | 30 orang | |
| Petugas Distribusi (3 tim) | 3 kelompok | |
| Generasi Muda (Relawan Khusus) | 5 orang |

Waktu dan Rangkaian Kegiatan
| Waktu | Kegiatan | Durasi |
|---|---|---|
| 07.00 – 07.10 | Pembukaan dan Pengarahan | 10 menit |
| 07.10 – 12.10 | Penyembelihan | 5 jam |
| 07.30 – 14.30 | Pencacahan | 7 jam |
| 08.00 – 14.00 | Pengemasan | 6 jam |
| 12.00 – 16.00 | Distribusi | 4 jam |
| Bagian Kegiatan | Waktu Target (Jam) | Waktu Realisasi (Jam) | Keterangan Waktu | Evaluasi Kesesuaian Waktu |
|---|---|---|---|---|
| Pendaftaran | 05:30 – 06:00 | Mulai jam 06:30 | Terlambat 0 6menit dari target, karena kesalahan pemberitahuan jam undangan 06.00 | Terlambat, berdampak pada jadwal berikutnya |
| Pembukaan & Pengarahan | 06:00 – 06:10 | Mulai jam 07:00 | Terlambat 50 menit, karena keterlmbatan tim 40 relawan | Terlambat cukup signifikan, karena keterlambatan kedatangan tim relawan |
| Pelaksanaan Sembelih | 07:00 – 11:10 | Mulai 07:30 – selesai 12:00 | Terlambat 30 menit mulai sembelih | Pelaksanaan sembelih molor 50 menit, kebijaksaan 2 lubang sempat dirubah 1 lubang, tetapi diralat lagi 2 jam sebelum akhur |
| Pencacahan | 11:10 – 12.00 | 11:00 – 14:00 | Terlambat 2 jam | terlmbat dan oencacah kelelahan kekurangan tenaga |
| Pengemasan | 11:10 – 14:10 | Selesai jam 14:00 | Mulai pengemasan mundur, selesai tepat waktu | Waktu pengemasan mundur tapi selesai tepat waktu. jumlah pengemas terlalu banyak |
| Distribusi | 13:00 – 16:00 | 13:00 – 16:00 | Sesuai jadwal | Tepat waktu |
- Terlambatnya pendaftaran dan pembukaan mengakibatkan mundurnya jadwal awal sembelih sekitar 50 menit.
- Meski begitu, pencacahan dan distribusi berjalan sesuai atau lebih cepat dari jadwal.
- Pengemasan sempat mundur mulai tapi berhasil mengejar waktu selesai tepat sesuai target.
Tabel: Analisa Kerja, Beban Kerja, dan Penilaian Beban Kerja Personel Pelaksana Idul Adha Masjid Al-Falah Benhil
| Kategori | Subkategori | Jumlah Orang | Jenis Pekerjaan | Durasi Kerja (jam) | Estimasi Output/Orang/Jam | Penilaian Beban Kerja |
| Panitia | Panitia Inti | 7 orang | Koordinasi & Manajemen | ±15 jam | Koordinasi teknis & operasional | Sedang-Berat |
| Petugas Masjid | Harian Masjid | 9 orang | Fasilitasi & Dukungan | ±15 jam | Teknis umum dan persiapan tempat | Sedang- Berat |
| Pelaksana | Penyembelih sapi | 1 orang | Menyembelih 13 hewan | 6 jam | ±0,44 jam/hewan/orang | Ringan |
| Penyembelih
kambing |
1 orang | Menyembelih 21 hewan | 5 jam | 0,22 jam /hewan/orang | Ringan | |
| Tim Perubuh
Sapi |
5 orang | Menyembelih 13 hewan | 5 jam | 0,37 sapi/orang/jam | Sedang-Berat | |
| Tim Perubuh
kambing |
1 orang | Menyembelih 21 hewan | 5 jam | 1,05 kambing/domba/orang/jam | Sedang | |
| Penyembelih
kambing |
1 orang | Menyembelih 21 hewan | 5 jam | kambing/domba (±0,4 hewan/orang/jam) | Sedang – Berat | |
| Tim Belah 8 | 17 orang | Menyembelih 45 hewan | 6 jam | 14 sapi + 21 kambing/domba (±0,44 hewan/orang/jam) | Sedang – Berat | |
| Tim Belah 8 | 17 orang | Menyembelih 45 hewan | 6 jam | 14 sapi + 21 kambing/domba (±0,44 hewan/orang/jam) | Sedang – Berat | |
| Pencacah | 23 orang | Pencacahan 2300 paket | 6 jam | ±16,7 paket/orang/jam | Sedang-Berat | |
| Pengemas | 30 orang | Pengemasan 2300 paket | 6 jam | ±12,8 paket/orang/jam | Cukup | |
| Distribusi | 3 kelompok | Distribusi 2300 paket | 4 jam | ±192 paket/tim/jam | Berat | |
| Relawan Khusus | Generasi Muda | 5 orang | Bantu Umum & Logistik | ±15 jam | Support di berbagai titik kegiatan | Sedang-Berat |
Keterangan Penilaian Beban Kerja:
- Cukup: Pekerjaan dapat dilaksanakan dengan tenaga dan waktu yang sesuai, tanpa tekanan berlebihan.
- Sedang: Butuh stamina dan koordinasi baik agar tidak terjadi kelelahan atau kesalahan.
- Berat: Tugas intensif, membutuhkan perhatian ekstra, atau volume kerja tinggi dalam waktu terbatas.
ANALISA HASIL KERJA DAN BEBAN KERJA
- Kegiatan berlangsung efektif dengan waktu yang terorganisir. Penyembelihan berlangsung selama 5 jam untuk 35 hewan, artinya rata-rata waktu penyembelihan per hewan ±8,5 menit. Pencacahan dan pengemasan berjalan simultan, dengan beban kerja relatif merata. Distribusi dilakukan tepat waktu dengan efektivitas tinggi meski hanya 3 tim.
- Pembagian kerja menunjukkan sistem kerja kolektif yang efisien, walaupun terdapat titik-titik kelelahan terutama di bagian pencacahan dan pengemasan akibat tekanan waktu. Namun, target 2300 paket berhasil diselesaikan dan didistribusikan sesuai rencana.
Penilaian dan Analisis kesehatan dan kesehatan Lingkungan menurut Suoervisi Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta – Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan
- Tim inspeksi dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, melalui unit Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, telah melakukan peninjauan dan evaluasi teknis terhadap pelaksanaan kegiatan pemotongan hewan qurban di salah satu titik lokasi di wilayah Jakarta. Tim terdiri dari 5 orang petugas, termasuk di dalamnya 2 dokter hewan yang bertanggung jawab atas pemeriksaan ante mortem dan post mortem.
- Secara keseluruhan, pelaksanaan kegiatan dinilai telah berjalan sesuai dengan rekomendasi kesehatan hewan dan lingkungan, dengan penerapan prinsip kebersihan dan biosekuriti yang baik. Fasilitas untuk cuci tangan dan kaki sebelum dan sesudah memasuki area kegiatan tersedia dalam kondisi layak, digunakan secara disiplin oleh petugas, panitia, dan pihak terkait lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen panitia terhadap upaya pencegahan kontaminasi silang.
- Sterilisasi area kegiatan dilakukan secara berkala, terutama pada area penyembelihan dan pengolahan daging, guna memastikan kebersihan tetap terjaga.
- Penanganan limbah organik maupun anorganik dilakukan dengan sistematis, dan lokasi pembuangan limbah di buatkan khusus bunker pembuangan limab merupakan area yang aman dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
- Penggunaan eco-enzim sebagai bagian dari sistem sanitasi lingkungan juga diapresiasi karena memberikan dampak positif dalam pengurangan bau, menjaga kebersihan, serta mendukung prinsip ramah lingkungan.
- Dalam proses pemeriksaan post mortem, ditemukan 3 organ hati sapi yang terinfeksi cacing hati jenis Fasciola hepatica (cacing pita). Dari hasil identifikasi, 2 organ hati dinyatakan tidak layak konsumsi dan harus dimusnahkan, sementara 1 organ hati lainnya masih dapat dikonsumsi dengan syarat dimasak hingga benar-benar matang, mengingat infestasi cacing hanya bersifat ringan.
Pelaksanaan Sesuai Syariat
- Pelaksanaan qurban di Masjid Al-Falah Benhil tahun ini telah mengikuti ketentuan syariat Islam secara cermat, mulai dari waktu penyembelihan yang dilaksanakan setelah shalat Idul Adha hingga hari-hari tasyriq, serta lokasi pelaksanaan yang tidak dilakukan di dalam area utama masjid, melainkan di tempat terbuka yang memenuhi standar kebersihan dan keselamatan. Proses pemilihan hewan qurban juga dilakukan dengan seleksi ketat, memastikan bahwa hewan dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan sesuai syarat usia. Penyembelih dilakukan oleh seorang ustadz yang berpengalaman dan bersertifikat Zuleha, disaksikan panitia dan diawasi oleh tim inspeksi dari Dinas KPKP, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan sesuai tuntunan sunnah.
- Tahun ini dilakukan perubahan dengan memindahkan penyembelihan dan pemotongan qurban dari dalam aula masjid ke halaman masjid sebagai upaya menyesuaikan dengan syariat dan menjaga kehormatan masjid. Mayoritas ulama sepakat bahwa penyembelihan dan pemotongan hewan qurban di dalam masjid dan serambi tidak diperbolehkan karena berisiko najis, darah, dan aktivitas yang tidak sesuai dengan fungsi utama masjid sebagai tempat shalat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an. Adapun pelaksanaan di halaman masjid terdapat perbedaan pendapat ulama, sebagian membolehkan dengan syarat kebersihan terjaga, tidak mengotori area masjid, dan tidak mengganggu jamaah, sementara sebagian lainnya tetap tidak menganjurkan. Bangunan masjid menurut ulama adalah area yang diwakafkan khusus untuk ibadah, sehingga pemindahan ke halaman menjadi langkah yang lebih aman untuk menjaga kesucian dan adab masjid.
- Pemilihan penyembelih dalam pelaksanaan qurban Masjid Al-Falah Benhil dilakukan dengan pertimbangan utama sesuai syariat, yakni memilih individu yang dikenal sebagai orang shaleh, memiliki sertifikat kompetensi, dan berpengalaman dalam praktik penyembelihan hewan sesuai kaidah Islam. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa proses penyembelihan dilakukan dengan benar, sah, dan penuh adab, sehingga qurban yang dilaksanakan bukan hanya memenuhi aspek teknis, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan keberkahan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah ﷺ.
- Distribusi dan pembagian daging qurban dilakukan dengan sistem yang adil dan transparan. Setiap shohibul qurban menerima bagian dari hewan yang sama, sebagai wujud keadilan dan kejelasan hak. Panitia membagikan kupon kepada penerima manfaat jauh hari sebelumnya untuk menghindari kerumunan dan menjaga kelancaran. Penyaluran dilakukan dengan memperhatikan kebersihan, tata urutan penerima, serta prinsip prioritas kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Semua proses ini adalah bentuk ikhtiar menjaga nilai ibadah qurban agar tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga indah dalam pelaksanaannya.
ketidaksempurnaan dalam pelaksanaan tersebut
| PELAKSANAAN KEGIATAN | WAKTU | KETERANGAN | |
| PRA KEGIATAN IDUL ADHA | |||
| · Ceramah Jumat, Kajian Ilmiah Senin, Rabu diusulkan topik Idul Adha (Haji, Qurban Idul dll)
|
Pekan IV Mei dan Pekan I-II bulan Juni
(H-21)
|
||
| HARI RAYA IDUL ADHA | |||
| · Shalat Idul Adha: (Imam: Ustadz Ahmad Nur SQ Lc, Khatib: Dr )
· Jamuan hidangan ringan, kopi, teh dan silaturahmi seluruh jamaah peserta shalat · Jamuan Sarapan Pagi dan silaturahmi seluruh pembina, pengurus dan panitia |
Jumat 6 Juni 2025, pukul 07.00-08.00
|
Sekitar 2500 orang
Jumlah hidangan 2500 Roti, 1000 teh, kopi, ufia 96 buah Peserta 100 orang |
|
| Silaturahmi Idul Adha Shohibul Qurban, Pengurus, Pembina, Panitia, dan Seluruh Jamaah | Ahad 15 Juni 2025, | ||
| SHOHIBUL QURBAN | |||
| JUMLAH SEMUA SHAHIBUL QURBAN | 56 | ||
| KAMBING | BAWAAN 2 | MASJID 21 | TOTAL 23 |
| SAPI | BAWAAN 8 | MASJID 6 | TOTAL 14 |
“Tidak ada amalan yang diperbuat manusia pada Hari Raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan. Sesungguhnya hewan kurban itu kelak pada hari kiamat akan datang beserta tanduk-tanduknya, bulu-bulu, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya sebelum darah qurban itu mengalir ke tanah, pahalanya telah diterima di sisi Allah. Maka tenangkan lah jiwa dengan berqurban.” (HR Tirmidzi).
| PANITIA |
| Pembina | Prof Dr Abdul Muti M Ed
Ustadz Ahmad Zawawi |
||
| Pengarah | Slamet Soegiono drs, SH
Zalyan Zain Ustadz Idrus Lukman MA Ustadz Taufik Lc, S Ag Win |
||
| PELAKSANA | |||
| Ketua | Dr Widodo Judarwanto SpA | ||
| Wakil Ketua | Fairul SE | ||
| Wakil Ketua Shalat Idul Adha | Sayidina Islam | ||
| Wakil Ketua Sembelih Qurban | Toto Suhartono | ||
| Sekretaris | Rifki Ahmad | ||
| Bendahara | Sriyono | ||
| Publikasi | Rifki, Afghan, Rohimin, Faqih, Ari | ||
| Dokumentasi | Hilda, Faqih, Ari, Dr Audi Yudhasmara | ||
| Kosumsi | Reni Tuti, Dr Narulita Dewi | ||
| Perlengkapan | Toto Suhartono, Aris | ||
| Keamanan | Koni, Tardo | ||
| Evaluasi | Afghan | ||
| SHALAT IDUL ADHA | |||
| Koordinator Kegiatan : Mali | |||
| Acara | Rohimin, Rifki Ahmad | ||
| Sound System | Rifki Ahmad, Ramais | ||
| Konsumsi | Dr Narulita, dr Kaninta, Wirna, Asih, Totok Suhartono | ||
| Infaq | Aris, Diana, Koni, Tardo | ||
| Kebersihan | Islam, Rokhim, Ramais, Afghan dkk | ||
| PEMOTONGAN QURBAN | |||
| Koordinator Kegiatan : Ridwan | |||
| PENGGALANGAN SHOHIBUL QURBAN |
Renny Tuti, Dr Fajar, dr Narulita |
||
| PENGADAAN SAPI | Mali (PIC: Zalyan Zain, Slamet S, Fairul, Dr Widodo) | ||
| PEMOTONGAN QURBAN | Bambang, Asih | ||
| · Acara pembukaan | Rifki Ahmad, Rohimin | ||
| · Pemotongan hewan | Triyono | ||
| · Pencacah | Triyono, Yeyen | ||
| · Pengemas | Aris, Triyono (khusus VIP), Rohim, Afghan, Ari dkk | ||
| · Distribusi | Totok Suhartono, Ramais dkk | ||
| KEAMANAN | Islam Ramadhan | ||
| · Keamanan dalam | Islam, Afghan | ||
| · Keamanan Luar | Anggota Polsek, Tardho, Koni | ||
| KONSUMSI | Wirna, Asih, Rohim dkk | ||
| KEBERSIHAN | Islam, Ramais, dkk | ||
| PELAKSANA KEGIATAN | |||
| Relawan | 53 Orang | ||
| Panitia | 7 Orang | ||
| Petugas Masjid | 9 Orang | ||
| JUMLAH TOTAL PELAKSANA | 69 ORANG | ||
| LAPORAN KEGIATAN |
| LAPORAN KEGIATAN QURBAN | WAKTU | KETERANGAN |
| PRA KEGIATAN | ||
| 1. Kedatangan 1 sapi bawaan
2. Kedatangan 13 sapi bawaan 3. Penginapan Tim Penjagal |
H-3
H-1 (21.30) H-1 |
|
| KEGIATAN PENDAHULUAN QURBAN | ||
| Acara kegiatan
1. Sarapan Pagi Penjagal & Relawan 2. Snack dan Kopi Relawan 3. Pengarahan Tim Penjagal a. Ketua Yayasan Masjid Slamet Soegiono b. Ustad Idrus Yusuf MA c. Pengarahan kesehatan & lingkungan dr Widodo Judarwanto |
05.30 – 07.15
07.15 – 07.20
07.20 – 07.30 07.30 – 07.50
07.50 – 08.00 |
35 orang
63 orang
120 orang |
| PELAKSANA PEMOTONGAN HEWAN QURBAN MASJID AL-FALAH BENHIL 2025 | ||
| Relawan | 53 Orang | |
| Panitia | 21 Orang | |
| Pengemas | 30 Orang | |
| Pencacah | 40 Orang | |
| Tim Penyembelih | 23 Orang | |
| ACARA KEGIATAN PEMOTONGAN | ||
| 1. Penyembelihan, Pengulitan & Belah 8 hewan Qurban Tim Penjagal |
08.10 – 12.00 |
r: 35,6 mnt/sapI |
| 2. Penyembelihan, Pengulitan & Belah 8 hewan Qurban 2 Tim Penjagal
a. Tim Sapi Jawara 2 Sapi b. Tim Kramat Jati 1 Sapi |
13.00 – 14.05 13.30 – 14.10 |
r: 35 mnt/sapi r: 40, mnt/sapi |
| 3. Penyembelihan Qurban Kambing oleh ustadz Muhammad Taufik MA, Bang Oni dkk, tim Qarib 25 Kambing |
08.20 – 11.30 |
r: 7,2 mnt/kambing |
| 4. Pisah Kulit, Daging & Potong Tulang | 09.00 – 13.00 | r: 50 menit/sapi |
| 5. Pencacahan daging | 08.20 – 14.00 | r: 4,1 sapi/jam |
| 6. Pengemasan Daging 20 orang | 09.00 – 14.00 | r: 14,6 mnt/sapi |
| 7. Penghitungan (pemasukan karung, pengelompokan sapi, kambing) oleh 5 orang
8. Paket Daqing Qurban Siap bagi 60% |
11.00 – 13.00 12.00 |
5,9 mnt/sapi
|
| 9. Distribusi Umum untuk RT, Kupon dan Dadakan | 14.00 – 16.00 | 6 menit/sapi |
| PEMOTONGAN HEWAN QURBAN MASJID AL-FALAH BENHIL 2025 | ||
| HEWAN QURBAN | ||
| Jumlah kantong keseluruhan | 2122 kantong | |
| 13 Sapi Hewan Qurban | 1.897 kantong | r: 135 kantong/sapi |
| 21 Kambing Hewan Qurban | 252 Kantong | r: 12 kantong/kambing |
| PRA KEGIATAN | ||
| Rerata mulai sembelih hingga siap distribusi | r: 0,61 jam/sapi | |
| Rerata mulai sembelih hingga distribusi | r: 0,70 jam/sapi | |
| Lama Kerja Relawan 21 cacah | 5 jam | r: 0,6 sapi/perorang |
| Lama Kerja Relawan Pengemas | 6,5 jam | r:152 kantong/perorang |
| LAPORAN KEUANGAN |

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kekurangan
- Pembagian tugas belum sepenuhnya proporsional, khususnya di bagian tim perubuhan sapi , belah 8 sayat daging dan pencacahan.
- Kurangnya jumlah pencacah dan tim penjagal karena tidak sesuai dengan perencanaan awalnya perencanaan tim pencacah 40 orang menjadi 23 orang dan tim sembelih 3o orang hanya dikirim 17 orang
- Alat bantu plastik sempat kekurangan pada pertengahan kegiatan
- Pelaksana pemotongan melakukan penyimpanan sendiri dan perencanaan pembagian sendiri dalam 2 paket besar daging qurban di ruangan masjid terpisah, tanpa koordinasi dengan panitia, tapi saat akhir di bongkar disatukan pembegian untuk umum
- Jumlah hasil akhir paket kurang 10% dan sekitar 10% tulang beriai daging belum terpotong karena kekurangan tip pencacah yang berkurang 50% dari rencana
- Beberapa target penerima qurban tidak diberikan akibat kekurangan pasokan paket daging qurban, perubahan secara mendadak penerima qurban
- Penerima kurban yang mendadak datang tidak diundang dan tidak mendapat kupon sekitar 50 orang tidak mendapat bagian
- Partisipasi generasi muda kurang
- Kepatuhan tim pencacah dalam kedisiplinan pemakaian masker, sarung tangan sudah berkalan baik tetapi sering dilepas bila tidak diingatkan
Kelebihan
- Menurut penilaian dan Analisis Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta – Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan Kegiatan pemotongan hewan qurban telah dilaksanakan dengan baik, memenuhi aspek kesehatan hewan, lingkungan, dan ketentuan kesejahteraan hewan. Tim KPKP mengapresiasi penggunaan ecoenzim dalam kegiatan qurban ini. Praktik yang dilakukan di lokasi ini dapat dijadikan model penerapan standar kesehatan hewan dan lingkungan dalam kegiatan pemotongan hewan qurban, khususnya di wilayah perkotaan.
- Pelaksanaan tepat waktu dan sesuai dengan rencana messki ada sedikit keterlambatan di berbagai kegiatan
- Jumlah paket yang dihasilkan tinggi, mencerminkan efektivitas kerja tim.
- Sistem kerja kolaboratif antarseksi berjalan lancar.
- Sistem antrean atau penjadwalan distribusi membuat kurangnya titik-titik kepadatan terjadi, tetapi keterlambatan kedatangan RT membuat kedatangan RT tidak sesai waktu
- Jadwal waktu pelaksanaan secara umum tepat waktu hanya ada sedikit perlambatan dalam pendaftaran relawan, pencacahan akibat kekuarangan tenaga.
- Pembagian qurban tepat waktu saat magrib semua sudah terbagi
SARAN
- Keputusan Anggota Panitia yang tidak sesuai kesepakatan akhir tidak boleh terjadi lagi. Agar tidak terjadi lagi ketidaksesuaian keputusan anggota panitia yang melampaui kesepakatan akhir—seperti perubahan jumlah relawan pemotong, perubahan lokasi kepala kambing, atau pengurangan prosedur penyembelihan dari dua lubang menjadi satu—sangat penting untuk menetapkan mekanisme koordinasi dan komunikasi yang lebih ketat serta sistem pengambilan keputusan yang transparan dan terpusat; setiap perubahan harus melalui rapat resmi dengan seluruh anggota panitia untuk memastikan semua pihak memahami dampak dan menyetujui keputusan tersebut demi menjaga kelancaran perencanaan dan jadwal kerja yang sudah disusun bersama.
- Peningkatan Sarana dan Prasarana: Menyediakan alat tambahan seperti timbangan digital, meja potong lebih banyak, plastik vakum, dan tenda tambahan akan sangat membantu efisiensi kerja dan menjaga higienitas daging.
- Pelibatan Generasi Muda Secara Terstruktur: Generasi muda yang belum terlibat padahal setahun yang lau sudah diberikan pelatihan sejak sebelum Idul Adha agar mereka dapat berperan lebih aktif dan strategis dalam kepanitiaan di tahun mendatang.
- Wacana Pemotongan di RPH. Fungsi masjid sebenarnya yang utama sebagai tempat ibadah dan dakwah bukan untuk pemotongan qurban. Karena dampak pemotongan qurban bagi masjid sehingga semua ulama sepakat haram atau melarang pemotongan qurban di masjid bahkan di serambi masjid. Namun alasan penyembelihan qurban di masjid memberi manfaat besar pada sisi sosial dan edukasi karena jamaah terlibat langsung, belajar tata cara qurban, dan merasakan suasana ibadah yang kuat sehingga ukhuwah meningkat, namun risiko kebersihan tinggi jika tidak dikelola dengan baik karena darah, limbah, dan aktivitas padat bisa mengganggu fungsi masjid, sehingga mayoritas ulama melarang penyembelihan di dalam dan serambi masjid, sedangkan di halaman masih diperselisihkan dengan syarat kebersihan terjaga dan tidak mengganggu ibadah, sementara penyembelihan di RPH lebih unggul dalam kebersihan, efisiensi, dan standar kesehatan dengan proses lebih cepat dan teratur, tetapi interaksi jamaah berkurang, sehingga dalam syariat tidak ada kewajiban tempat tertentu dan pilihan terbaik harus menyesuaikan kondisi, fasilitas, serta kemampuan panitia agar qurban tetap sah, tertib, dan memberi manfaat luas.
KESIMPULAN
Idul Adha merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk menunaikan ibadah kurban sebagai bentuk ketakwaan sekaligus solidaritas sosial. Masjid Al-Falah Benhil Jakarta rutin menyelenggarakan kegiatan pemotongan hewan kurban, dan pada tahun ini dilaksanakan pada Sabtu, 7 Juni 2025. dengan partisipasi 35 shohibul qurban. Kegiatan ini bertujuan untuk mendistribusikan daging kurban secara adil, cepat, dan higienis kepada masyarakat yang berhak, dengan melibatkan tim terorganisir mulai dari penyembelihan hingga distribusi. Tim inspeksi dari Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, melalui unit Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan, melakukan evaluasi teknis dan menyatakan bahwa pelaksanaan telah sesuai dengan rekomendasi kesehatan hewan dan lingkungan. Fasilitas sanitasi seperti cuci tangan dan kaki tersedia dan digunakan secara disiplin, sementara sterilisasi area dan pengelolaan limbah dilakukan secara sistematis dengan dukungan penggunaan eco-enzim yang ramah lingkungan. Dalam pemeriksaan post mortem, ditemukan tiga hati sapi terinfeksi Fasciola hepatica, di mana dua di antaranya dimusnahkan karena tidak layak konsumsi, dan satu lainnya dinyatakan masih aman dengan syarat dimasak matang sempurna karena infeksi tergolong ringan.
Beberapa kelemahan utama yang penting adalah penyediaan jumlah pencacah yang seharusnya 40 orang hanya tersedia 23 tim pencacah membuat perubahan rencana dan perkiraan secara drastis jumlah qurban berkurang sekitar 10% tulang berdaging banyak yang belum terpotong
Tahun ini tempat pemotongan dan pencacahan daging qurban dipindahkan ke halaman masjid untuk menjaga kesucian masjid karena mayoritas ulama sepakat melarang di dalam masjid dan serambi masjid karena melanggar syariat. Halaman masjid masih diperselisihkan, namun dibolehkan jika bersih dan tidak mengganggu. Langkah ini lebih aman dan sesuai syariat.
Berbagai kelemahan dan kekurangan dalam pelaksanaan qurban harus menjadi bahan evaluasi dan perbaikan di tahun berikutnya, sementara setiap kelebihan yang sudah berjalan baik harus dipertahankan dan dijadikan pedoman agar pelaksanaan qurban semakin tertib, sesuai syariat, dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
PENUTUP
Perayaan Idul Adha 2025 ini telah menjadi inspirasi umat dalam penghormatan kepada kesetiaan dan pengorbanan Nabi Ibrahim A.S. kepada Allah SWT, pentingnya berbagi dengan sesama kepada yang membutuhkan, sehingga merasakan kebahagiaan bersama dan mempererat tali persaudaraan serta kepedulian sosial.
Alhamdulillah, pada penghujung acara, Allah SWT menurunkan hujan deras yang membasahi bumi — seolah menjadi tanda keberkahan atas seluruh proses yang telah dijalankan. Kami, segenap panitia Idul Adha Masjid Al-Falah Benhil, menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh shohibul qurban, para relawan, dan masyarakat yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran, dan doa dalam kegiatan ini. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan. Semoga setiap daging yang dibagikan membawa kebahagiaan, setiap kerja keras menjadi pahala, dan setiap niat tulus menjadi cahaya yang menerangi kehidupan kita. Semoga pula semangat qurban ini menjadi pelita kasih sayang, mempererat ikatan persaudaraan, serta meneguhkan komitmen kita untuk terus berbagi dan berbakti — sepanjang hayat yang Allah titipkan.
Segala kebaikan yang ada dalam pelaksanaan kegiatan ini karena berkat kuasa Allah semata. Segala kekurangan yang ada karena keterbatasan dan kekurangan panitia. Kami mengharapkan dibukakan pintu maaf yang selebar lebarnya atas banyaknya kekhilafan dan kekurangan dalam pelaksanan kegiatan ini. Beberapa kelemahan dan kekurangan pelaksanaan dalam pelaksanaan ini diharapkan menjadi perbaikan dalam pelaksanaan Idul Adha pada tahun berikutnya. Jazakallahu Khairan Barakallahu fiikum.












Leave a Reply