MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

KHUTBAH IDUL ADHA MAB: ‘IDUL ADHA BANGUN SPIRIT BERKURBAN DAN TA’AWUN, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes.

https://drive.google.com/file/d/1aN17vbzY9LE7vuosIm2tZ3txG4U3CG85/view?usp=sharing

 

KHUTBAH IDUL ADHA 1446 H / 2025 M

‘IDUL ADHA MEMBANGUN SPIRIT BERKURBAN DAN TA’AWUN

dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes.

اﻟﺴﻼ م ﻋﻠﻴﻜﻢ ورﲪﺔ ﷲ وﺑﺮﻛﺎﺗﻪ

إنﱠ  اْﳊﻤَْﺪَ  ِƅ  َْﳓﻤَﺪُﻩُ  وَ  ﻧَﺴْ ﺘَﻌِﻴْـﻨُﻪُ  وَ  ﻧَﺴْ ﺘَـﻐْﻔِﺮُﻩُ  وَ ﻧَـﻌُﻮْذُ ِʪِƅ ﻣِﻦ ﺷُﺮُوْرِ  أَﻧْـﻔُﺴِﻨَﺎ وَ ﻣِﻦْ  ﺳَﻴِّﺌَﺎتِ أَﻋْﻤَﺎﻟِﻨَﺎ, ﻣَﻦْ  ﻳَـﻬْﺪِﻩِ ُﷲ ﻓَﻼَ ﻣُﻀِ ﻞﱠ ﻟَﻪُ وَ ﻣَﻦْ ﻳُﻀْﻠِﻠْﻪُ ﻓَﻼَ ﻫَﺎدِيَ  ﻟَﻪُ

أَﺷْ ﻬَﺪُ أَنْ ﻻَ إِﻟﻪَ إِﱠﻻ ُﷲ وَﺣْ ﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ  ﻟَﻪُ وَ أَﺷْ ﻬَﺪُ أَنﱠ ﳏﻤﺪًا ﻋَﺒْﺪُﻩُ وَ رَﺳُﻮْﻟُﻪُ

اﻟﺼﱠﻼَةُ وَاﻟﺴﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ َُﳏﻤﱠﺪٍ وَﻋَﻠَﻰ ءَاﻟِﻪِ  وَاَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ  وَﻣَﻦْ  ﺗَﺒِﻌَﻪُ اَِﱃ ﻳَـﻮْمِ اﻟﺪِّﻳْﻦِ.

َʮأَﻳﱡـﻬَﺎ اﻟﻨﱠﺎسُ أُوْﺻِ ﻴْﻜُﻢْ وَ إِﱠʮيَ ﺑِﺘَـﻘْﻮَى ﷲ ﻓَـﻘَﺪْ ﻓَﺎزَ اﻟْﻤُﺘﱠـﻘُﻮْنَ – ﻗَﺎلَ ﺗَـﻌَﺎَﱃ- َʮأَﻳﱡـﻬَﺎ اﻟﱠﺬِﻳْﻦَ ءَاﻣَﻨُـﻮْا اﺗﱠـﻘُﻮْا َﷲ ﺣَﻖﱠ ﺗُـﻘَﺎﺗِﻪِ وَﻻَ َُﲤﻮْﺗُﻦﱠ إِﱠﻻ وَ أَﻧْـﺘُﻢْ ﻣُﺴْ ﻠِﻤُﻮْنَ – َʮأَﻳﱡـﻬَﺎ اﻟﻨﱠﺎسُ  اﺗﱠـﻘُﻮْا رَﺑﱠﻜُﻢُ اﻟﱠﺬِي ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﻧَـﻔْﺲٍ  وَاﺣِﺪَةٍ وَ ﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْـﻬَﺎ زَوْﺟَ ﻬَﺎ وَ ﺑَﺚﱠ  ﻣِﻨْـﻬُﻤَﺎ رِﺟَ ﺎﻻً ﻛَ ﺜًِْﲑا وَ ﻧِﺴَﺎءً وَاﺗﱠـﻘُﻮْا َﷲ اﻟﱠﺬِي ﺗَﺴَﺎءَﻟُﻮْنَ ﺑِﻪِ وَاﻷَْرْﺣَ ﺎم إِنﱠ َﷲ ﻛَ ﺎنَ  ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ  رَﻗِﻴْـﺒًﺎ – َʮأَﻳﱡـﻬَﺎ اﻟﱠﺬِﻳْﻦَ  ءَاﻣَﻨُـﻮْا اﺗﱠـﻘُﻮْا  َﷲ وَ ﻗُـﻮْﻟُﻮْا ﻗَـﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳْﺪًا – ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ  أَﻋْﻤَﺎﻟَﻜُﻢْ  وَ  ﻳَـﻐْﻔِﺮْﻟَﻜُﻢْ  ذُﻧُـﻮْﺑَﻜُﻢْ  وَﻣَﻦْ  ﻳُﻄِﻊِ  َﷲ  وَ  رَﺳُﻮْﻟَﻪُ  ﻓَـﻘَﺪْ ﻓَﺎزَ ﻓَـﻮْزًا ﻋَﻈِﻴْﻤًﺎ

Jamaah shalat ied rahimakumullah

Di hari yang berbahagia ini, marilah kita tingkatkan syukur kita kepada Allah yang telah melimpahkan rahmatNya kepada kita, teramat banyak kenikmatan itu sehingga kita takkan mampu menghitungnya, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Quran :

وَإِنْ  ﺗَـﻌُﺪﱡوا ﻧِﻌْﻤَﺔَ ا ﱠِɍ ﻻَ ُْﲢﺼُﻮﻫَﺎ ۗ إِنﱠ ا ﱠَɍ ﻟَﻐَﻔُﻮرٌ رَﺣِﻴﻢٌ

Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi maha Penyayang ( QS Annahl : 18 )

Salah satu perwujudan syukur itu adalah dengan menggunakan anugrah Allah ini untuk beramal shalih dan memperbanyak ibadah. Sehingga semakin banyak kenikmatan yang kita terima hendaknya menjadikan kita semakin taat kepada Allah. Cara syukur yang seperti inilah insya Allah akan mengantarkan kita menjadi pribadi yang bertaqwa. Yaitu golongan sebaik baik umat sebagaimana di terangkan dalam firman Allah ;

إِنﱠ أَﻛْ ﺮَﻣَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ا ﱠِɍ أَﺗْـﻘَﺎﻛُﻢْ

”Sesungguhnya yang paling mulia di sisi allah di antara kamu adalah yang paling baik taqwanya”.( QS Al Hujurot

: 13 )

Orang muttaqin akan dikeluarkan dari kesulitan yang dihadapinya :

وَﻣَﻦْ ﻳَـﺘﱠﻖِ ا ﱠَɍ َْﳚﻌَﻞْ  ﻟَﻪُ  َْﳐﺮَﺟًﺎ

“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dari kesulitan”. (QS. At- Thalaq ayat 2)

Orang muttaqin akan diberikan rizki dari pintu yang tidak terduga :

Dia akan memberinya rizki dari pintu yang ia tidak duga. (QS. At-Thalaq ayat 3)

Orang muttaqin akan dimudahkan segala urusannya:

وَﻳَـﺮْزُﻗْﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ  ﻻَ َْﳛﺘَﺴِﺐُ

وَﻣَﻦْ ﻳَـﺘﱠﻖِ ا ﱠَɍ َْﳚﻌَﻞْ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ أَﻣْﺮِﻩِ ﻳُﺴْﺮًا

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah akan memudahkan segala urusannya. (QS. At-Thalaq ayat 4)

Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi junjungan kita Muhammad SAW. Yang telah memberikan suri tauladan utama untuk selalu kita tiru agar kita bisa menjadi manusia yang selamat dunia akhirat. Sebagaiman ditegaskan didalam surat Al ahzab ayat 21 :

ﻟﱠﻘَﺪْ ﻛَﺎنَ ﻟَﻜُﻢْ ِﰱ رَﺳُﻮلِ ٱ ﱠِɍ أُﺳْﻮَةٌ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻟِّﻤَﻦ ﻛَﺎنَ  ﻳَـﺮْﺟُﻮا۟ ٱ ﱠَɍ وَٱﻟْﻴَـﻮْمَ ٱلْءَاﺧِﺮَ وَذﻛََﺮَ ٱ ﱠَɍ ﻛَﺜًِﲑا

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

Semoga kita selalu diberi kekuatan untuk mengikuti dan mejalankan Sunnah sunnah Beliau.

ُﷲ أَﻛَُْﱪ ُﷲ أَﻛَُْﱪ ﻻَإِﻟَﻪَ إِﱠﻻ ُﷲ  وَُﷲ  أَﻛَُْﱪ  ُﷲ  أَﻛَُْﱪ  وَِﱠِɍ  اْﳊﻤَْﺪُ

Hadirin yang berbahagia.

Hari ini kaum muslimin di segenap penjuru negri ini dan di berbagai belahan bumi yang lain sedang menunaikan dan merayakan ‘Idul Adha. Dengan khusuk mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid yang menggema ke seluruh penjuru negeri dan terhunjam dalam hati. Semua itu sebaagi perwujudan penghambaan kepada Allah SWT. Sementara saudara kita yang sedang melaksakan ibadah haji di tanah suci, saat ini terus melanjutkan rangkain manasik hajinya. Semoga seluruh proses manasik haji diberi kemudahn dan kelancaran. Dan tentunya hajinya diterima, kepulanganya menjadi haji mabrur, sebagaimana cita cita seluruh jamaah. Rasulullah SAW. bersabda :

ﻋَﻦْ أَِﰊ ﻫُﺮَﻳْـﺮَةَ رَﺿِﻲَ ا ﱠُɍ ﻋَﻨْﻪُ: أَنﱠ رَﺳُﻮلَ ا ﱠِɍ ﺻَﻠﱠﻰ ُﷲ ﻋَﻠَﻴْﻪِ وَﺳَﻠﱠﻢَ ﻗَﺎلَ: اﻟﻌُﻤْﺮَةُ إَِﱃ اﻟﻌُﻤْﺮَةِ ﻛَ ﱠﻔﺎرَةٌ ﻟِﻤَﺎ ﺑَـﻴْـﻨَـﻬُﻤَﺎ، وَاَﳊﺞﱡ اﳌُْﱪورُ ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻪُ ﺟَﺰَاءٌ إِﱠﻻ اَﳉﻨﱠﺔُ

Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Antara mengerjakan umrah yang satu ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di Antara keduanya dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan Surga.” (Muttafaq ‘Alaih)

Jama’ah shalat Id yang berbahagia.

ُﷲ أَﻛَُْﱪ ُﷲ أَﻛَُْﱪ ﻻَإِﻟَﻪَ إِﱠﻻ ُﷲ  وَُﷲ  أَﻛَُْﱪ  ُﷲ  أَﻛَُْﱪ  وَِﱠِɍ  اْﳊﻤَْﺪُ

Ibadah Haji, ‘Idul Adha dan peneyembelihan Hewan qurban tidak bisa dilepasakan dari peristiwa pada zaman Nabi Ibrahim dan Ismail. Perintah Qurban yang diterima Nabi Ibrahim ‘alaihissalam diterangkan di dalam surat Ash- shooffaat ayat 102:

ﻓَـﻠَﻤﱠﺎ ﺑَـﻠَﻎَ ﻣَﻌَﻪُ اﻟﺴﱠﻌْﻲَ ﻗَﺎلَ َʮ ﺑَُﲏﱠ إِِّﱐ أَرَٰى ِﰲ اﻟْﻤَﻨَﺎمِ أَِّﱐ أَذَُْﲝﻚَ  ﻓَﺎﻧﻈُﺮْ ﻣَﺎذَا ﺗَـﺮَٰى  ۚ ﻗَﺎلَ َʮ أَﺑَﺖِ اﻓْـﻌَﻞْ ﻣَﺎ ﺗُـﺆْﻣَﺮُ ۖ ﺳَﺘَﺠِﺪُِﱐ إِن ﺷَﺎءَ ا ﱠُɍ ﻣِﻦَ اﻟﺼﱠﺎﺑِﺮِﻳﻦَ

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.

Nabi Ibrahim Ibrahim ‘alaihissalam adalah Nabi yang mendapat sebutan abul ambiya / bapaknya para nabi. Dalam ‘Idul Adha ini kita meneladani pengalaman dan pengamalan keluarga Ibrahim yang penuh dengan cobaan, pengorbanan, ketabahan, kesabaran dan keikhlasan. Ibrahim amat merindukan hadirnya anak sebagi keturunanya. Dan setelah anak itu diberikan oleh Allah, diujilah Ibrahim, akankah kecintaanya kepada Allah terkalahkan oleh cintanya kepada anak yang lama ia nantikan itu?. Ibrahim lulus dari ujian Allooh yang berat itu. Ibrahim Nabi yang dikasihi Allah karena keimanan yang sangat kuat dan ketakwaan yang sangat tinggi. Beliau meyakini bahwa apapun yang diperintahkan Allah sebagai suatu kebaikan yang harus ditunaikan tanpa ada penolakan.

ُﷲ أَﻛَُْﱪ ُﷲ أَﻛَُْﱪ ﻻَإِﻟَﻪَ إِﱠﻻ ُﷲ  وَُﷲ  أَﻛَُْﱪ  ُﷲ  أَﻛَُْﱪ  وَِﱠِɍ  اْﳊﻤَْﺪُ

Jamaah Sholat ‘Ied yang berbahagia

Bagi ummat islam yang mampu maka Ibadah utama pada hari ‘Idul Adha ini adalah menyembelih binatang qurban. Rasulullah menekankan kepada umatnya yang mampu untuk menyembelih binatang qurban dengan sabdanya:

ﻣَﻦْ ﻛَ ﺎنَ ﻟَﻪُ ﺳَﻌَﺔً وََْﱂ ﻳُﻀَﺢِّ  ﻓَﻼَ ﻳُـﻘَﺮِّﺑْﻦَ  ﻣُﺼَ ﱠﻼ َn

Barang siapa mempunyai kemampuan berkurban, tetapi tidak melakukannya, maka janganlah mendekat tempat shalatku” (HR Ahmad ibn Majah dari Abi Huarairah)

Ibadah Qurban yang kita lakukan memiliki dua dimensi ;

pertama adalah ibadah yang bersifat vertikal, semata-mata berbakti kepada Allah dan hanya mengharapkan

keridhaan Allah SWT. Bahwa hanya iklhas karena Allah qurban itu dilakukan. Qurban juga sebagai perwujudan tauhid, mencintai Allah diatas cinta kepada yang lain, melebihi cintanya kepada keluarga dan harta benda yang ia miliki. Melebihi cintanya kepada jabatan dan seluruh fasilitas yang didapatkan selama ini. Dan keiklhasan berqurban karena kecintaan kepada Allah itulah yang mentukan qurban kita diterima atau tidak, Sebagaimana dijelaskan dalam dalam firman-Nya Q.S al-Hajj: 37

ﻟَﻦْ  ﻳَـﻨَﺎلَ ا ﱠَɍ ُﳊﻮُﻣُﻬَﺎ وَﻻَ دِﻣَﺎؤُﻫَﺎ وَٰﻟَﻜِﻦْ  ﻳَـﻨَﺎﻟُﻪُ اﻟﺘﱠـﻘْﻮَٰى  ﻣِﻨْﻜُﻢْ ۚ ﻛَٰﺬَﻟِﻚَ  ﺳَﺨﱠﺮَﻫَﺎ ﻟَﻜُﻢْ  ﻟِﺘُﻜَ ُِّﱪوا ا ﱠَɍ ﻋَﻠَٰﻰ ﻣَﺎ ﻫَﺪَاﻛُﻢْ ۗ وَﺑَﺸِّ ﺮِ اﻟْﻤُﺤْﺴِﻨَِﲔ

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik”.

Kedua adalah ibadah yang bersifat horizontal, yakni menyantuni para dhua’afa melalui pembagian daging qurban tanpa membeda-bedakan agama, suku dan golongan. Qurban merupakan ujud nyata dari upaya orang yang mampu untuk membantu kesejahteraan sesama. Bahwa seseorang tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri. Tetapi dalam hidup ini ada peran kehidupan yang kita lakukan untuk orang dan untuk menolong orang. Semangat rela berqurban seperti inilah yang seharunya selalu ada disetiap ank negri ini, terlebih pada diri para pemimpin bangsa. Apabila para pemimpin telah memiliki jiwa rela berkuraban untung kepentingan rakyat yang dipimpinya, niscaya ia tidak akan berlaku korup, menggasak uang negara untuk kepentingan dirinya.

Manakala orang yang mampu dan memiliki harta berlebih telah memiliki semangat berkurban, semangat menolong penderitaan saudanya, maka problem kesejahteraan sesama menjadi bagian yang tidak terpisahkan darai hidupnya. Ia sadar bahwa menolong sesama adalah wujud ibadah yang sangat tinggi nilainya dimata Allah. Menolong sesama sebagai perwujudan amal sholeh dari iman yang telah tertanam dengan kokoh. Allah berfirman dalam ayat yang panjang Q.S. al-Baqarah: 177 mengambarkan sikap taqwa seorang hamba.

ﻟَﻴْﺲَ  اﻟِْﱪﱠ أَنْ  ﺗُـﻮَﻟﱡﻮا وُﺟُﻮﻫَﻜُﻢْ  ﻗِﺒَﻞَ  اﻟْﻤَﺸْﺮِقِ وَاﻟْﻤَﻐْﺮِبِ وَٰﻟَﻜِﻦﱠ  اﻟِْﱪﱠ ﻣَﻦْ  آﻣَﻦَ  ِʪ ﱠِd وَاﻟْﻴَـﻮْمِ اﻵْﺧِﺮِ  وَاﻟْﻤَﻼَﺋِﻜَﺔِ  وَاﻟْﻜِﺘَﺎبِ وَاﻟﻨﱠﺒِﻴَِّﲔ  وَآﺗَﻰ اﻟْﻤَﺎلَ  ﻋَﻠَٰﻰ  ﺣُﺒِّﻪِ  ذَوِي  اﻟْﻘُﺮَْٰﰉ  وَاﻟْﻴَـﺘَﺎﻣَٰﻰ  وَاﻟْﻤَﺴَﺎﻛَِﲔ  وَاﺑْﻦَ  اﻟﺴﱠﺒِﻴﻞِ وَاﻟﺴﱠﺎﺋِﻠَِﲔ  وَِﰲ  اﻟﺮِّﻗَﺎبِ  وَأَﻗَﺎمَ اﻟﺼﱠﻼَةَ وَآﺗَﻰ اﻟﱠﺰﻛَﺎةَ وَاﻟْﻤُﻮﻓُﻮنَ  ﺑِﻌَﻬْﺪِﻫِﻢْ  إِذَا ﻋَﺎﻫَﺪُوا ۖ وَاﻟﺼﱠﺎﺑِﺮِﻳﻦَ ِﰲ  اﻟْﺒَﺄْﺳَﺎءِ  وَاﻟﻀﱠﱠﺮاءِ  وَﺣَِﲔ  اﻟْﺒَﺄْسِ  ۗ  أُوٰﻟَﺌِﻚَ  اﻟﱠﺬِﻳﻦَ

ﺻَﺪَﻗُﻮا ۖ وَأُوٰﻟَﺌِﻚَ  ﻫُﻢُ اﻟْﻤُﺘﱠـﻘُﻮنَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Oleh karena itu marilah semangat berkurban ini senantiasa menjadi sikap hidup kita. Bahwa menjaga iman dengan menagakkan tauhid harus juga diikuti dengan kepedulian kita terhadap penderitaan sesama. Mari kita resapi kembali sabda Nabi Muhammad :

ﻟَﻴْﺲَ اﻟْﻤُﺆْﻣِﻦُ اﻟﱠﺬِيْ ﻳَﺸْﺒَﻊُ، وَﺟَﺎرُﻩُ ﺟَﺎﺋِﻊٌ اﱄ ﲨﺒﻪ

“tidaklah seseorang beriman yang apabila dirinya kenyang dan mebiarkan tetangganya kelaparan” ( HR Bukhori)

Mari belajar dari sahabat Nabi di Madinah, mereka memberi pertolongan kepada orang lain yang kesusahan sangat luar biasa, bahkan mereka rela tidak makan demi untuk memberi makan sahabatnya yang kelaparan. Seperti yang digambarkan al-Qur’yan dalam surat al Hasyr ayat 9

وَاﻟﱠﺬِﻳْﻦَ  ﺗَـﺒَـﱠﻮءُو  اﻟﺪﱠارَ  وَاﻻَِْْﳝﺎنَ  ﻣِﻦْ  ﻗَـﺒْﻠِﻬِﻢْ  ُِﳛﺒﱡـﻮْنَ  ﻣَﻦْ ﻫَﺎﺟَﺮَ  اِﻟَﻴْﻬِﻢْ  وَﻻَ  َِﳚﺪُوْنَ  ِْﰲ  ﺻُﺪُوْرِﻫِﻢْ  ﺣَﺎﺟَﺔً  ِّﳑﱠﺂ  اُوْﺗُـﻮْا  وَﻳُـﺆْﺛِﺮُوْنَ  ﻋَٰﻠٓﻰ اَﻧْـﻔُﺴِﻬِﻢْ  وَﻟَﻮْ ﻛَﺎنَ  ِِøﻢْ  ﺧَﺼَﺎﺻَﺔٌ وَۗﻣَﻦْ  ﻳﱡـﻮْقَ ﺷُﺢﱠ  ﻧَـﻔْﺴِﻪٖ◌ ﻓَﺎُوٰۤﻟɋﯩﻚَ ﻫُﻢُ  اﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮْنَۚ

“Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat tersebut menggambarkan betapa para sahabat saling mengasihi dan saling menolong di antara mereka bagaikan bangunan yang sangat kokoh. Kerelaan bekurban untung menolong sahabatnya yang mebutuhkan pertolongan.

Jamaah Sholat ‘Ied yang berbahagia

ُﷲ أَﻛَُْﱪ ُﷲ أَﻛَُْﱪ ﻻَإِﻟَﻪَ إِﱠﻻ ُﷲ  وَُﷲ  أَﻛَُْﱪ  ُﷲ  أَﻛَُْﱪ  وَِﱠِɍ  اْﳊﻤَْﺪُ

Marilah kita wujudkan jiwa berqurban dalam kehidupan sehari hari. Terus kembangkan solidaritas sosial yang memupuk persaudaraan dan kebersamaan yang tulus.. Mempraktikkan ta’awun dan ukhuwah atau solidaritas sosial sebagai upaya membela kaum lemah, dzu’afa dan mustadz’afin. Kembangkan secara luas kebiasaan gemar menolong, berbagi rizki, melapangkan jalan orang yang kesulitan, mengentaskan mereka yang lemah, membela orang yang terrzalimi. Hal hal tersebut termasuk bagian ihsan sikap diajarkan Allah sebagaimana firman-Nya:

اِنﱠ  اَّٰɍ  َْϩﻣُﺮُ  ِʪﻟْﻌَﺪْلِ  وَاﻻِْﺣْﺴَﺎنِ  وَاِﻳْـﺘَﺎۤئِ  ذِى اﻟْﻘُﺮْٰﰉ  وَﻳَـﻨْـٰﻬﻰ  ﻋَﻦِ  اﻟْﻔَﺤْﺸَﺎۤءِ  وَاﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ  وَاﻟْﺒَـﻐْﻲِ  ﻳَﻌِﻈُﻜُﻢْ  ﻟَﻌَﻠﱠﻜُﻢْ  ﺗَﺬَﻛﱠﺮُوْنَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS An-Nahl: 90)

Seorang Mukmim harus memberi kebaikan bagi sesama dan lingkungannya. Membangun kebersamaan secara ikhlas dan bermanfaat. Sebagai wujud berqurban bagi kepentingan sesama, setiap mukmin harus menghindarkan diri dari segala bentuk egoisme seperti bertindak semaunya sendiri dan berbuat yang merugikan pihak lain. Jauhi

sikap berlebihan dan tamak dengan membuat keruskaan di muka bumi, memupuk kekayaan dengan merusak alam dan merugikan masyarakat. Setiap mukmin harus menajuhi perilaku monopoli, oligarki, korupsi, dan segala bentuk penyalahgunan kekuasaan.

Di akhir khutbah kami sampaiakn marilah kita selalu ingat bahwa sesungguhnya hidup ini adalah fana dan hanya singkat. Mari kita jalini dengan iman, ilmu, amal sholeh dan selalu ihsan. Karena itulah kunci keselamatan kita dunia dan akhirat. Bersamaan dengan itu kita harus menjauhkan diri dari segala bentuk kemungkaran dan kebatilan. Oleh karena itu semangat amar ma’ruf dan nahi mungkar harus terus dijaga dan digelorakan. Dan tentu untuk semua itu membutuhkan kesungguhan, keiklasan, kesabaran dan juga pengorbanan.

Akhirnya marilah kita memohon kepada Alllah semoga kira senantiasa diberi hidayah, sehingga didalam menghadapi hidup yang semakin sulit ini kita tetap menjalani dengan benar.. Kita berdoa agar saudara saudara kita di Palestina, Rohingnya dan berbagai belahan dunia yang nasisbnya menderita diberi keringanan dan kebebasan. Kira berdoa agar saudara saudara kita yang sedang sakit atau mendapatkan cobaan berat lain diberi kesabaran dan ketabahan serta segera dibebaskan dari masalahnya. Kita berdoa agar para pemimpin bangsa dan seluruh warga bangsa diberi petunjuk sehingga selalu menjaga tanah air dan bangsa dengan nilau nilau utama, menjadi bangsa yang bermartabat, berkeadilan dan berkemakmuran.

اﻟْﻌَﺎﳌَِﲔ .

اْﳊﻤَْﺪُ ِﱠِɍ رَبِّ

اﻟﱠﻠﻬُﻢﱠ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ًَﳏﻤﱠﺪٍ وَ ﻋَﻠَﻰ أَﻟِﻪِ  وَأَﺻْﺤَ ﺎﺑِﻪِ  أََْﲨﻌَِْﲔ  َʮأَرْﺣَﻢَ  اﻟﱠﺮِِﲪَْﲔ .

اﻟﻠّﻬُﻢﱠ  اﻏْﻔِﺮْ  ﻟِﻠْﻤُﺴْﻠِﻤَِْﲔ  وَاﳌﺴْﻠِﻤَﺎتِ  وَاﳌﺆْﻣِﻨَِْﲔ وَاﳌﺆْﻣِﻨَﺎتِ اﻻَﺣْ ﻴِﺎءِ ﻣِﻨْـﻬُﻢْ  وَاﻻَﻣْﻮَاتِ اِﱠﻧﻚَ  َِﲰﻴْﻊٌ  ﻗَﺮِﻳْﺐٌ  ُِﳎﻴْﺐُ  اﻟﺪﱠﻋْﻮَاتِ ﻓﻴَﺎ

ُ     ُ    ُ ﻗَﺎﺿِﻲَ اَﳊﺎﺟَﺎتِ

اَﻟﻠﻬُﻢﱠ  اِ ﱠn  ﻧَﺴْﺌَـﻠُﻚَ  ﺳَﻼَﻣَﺔً  ِﰱ  اﻟﺪِّﻳْﻦِ  وَﻋَﺎﻓِﻴَﺔً  ِﰱ اْﳉﺴََﺪِ  وَزَِʮدَةً  ِﰱ  اﻟْﻌِﻠْﻢِ  وَﺑَـﺮَﻛَﺔً  ِﰱ  اﻟﺮِّزْقِ  وَﺗَـﻮْﺑَﺔً  ﻗَـﺒْﻞَ  اﻟْﻤَﻮْتِ  وَرََْﲪﺔً  ﻋِﻨْﺪَ اﻟْﻤَﻮْتِ  وَﻣَﻐْﻔِﺮَةً  ﺑَـﻌْﺪَ  اﻟْﻤَﻮْتِ  ﺑِﺮََْﲪﺘِﻚَ َʮ اَرْﺣَﻢَ  اﻟﱠﺮاِِﲪَْﲔ

رَﺑﱠـﻨَﺎ ﻻَ ﺗُﺰِغْ ﻗُـﻠُﻮﺑَـﻨَﺎ ﺑَـﻌْﺪَ إِذْ ﻫَﺪَﻳْـﺘَـﻨَﺎ وَﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦ ﻟﱠﺪُﻧﻚَ رََْﲪﺔً ۚ إِﻧﱠﻚَ أَﻧﺖَ ٱﻟْﻮَﻫﱠﺎبُ رَﺑﱠـﻨَﺎ ﻫَﺐْ  ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ  أَزْوَاﺟِﻨَﺎ وَذُرِّﱠʮﺗِﻨَﺎ ﻗُـﱠﺮةَ أَﻋٍُْﲔ وَاﺟْ ﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘﱠﻘَِﲔ إِﻣَﺎﻣًﺎ

اﻟﻠﱠﻬُﻢﱠ أَﻋِﱠﺰاﻹِْﺳْﻼَﻣَﺎ وَاﻟْﻤُﺴﻠِﻤِﲔ

وََْﲨﻊْ ﻛَﻠِﻤَﺔَ اﻟْﻤُﺴْﻠِﻤَِﲔ ﻋَﻠَﻰ اْﳊﻖَِّ َʮ رَبﱠ  اﻟْﻌَﻠَﻤَِﲔ

اَﻟﻠﱠﻬُﻢﱠ أَﻟِّﻒْ ﺑََْﲔ ﻗُـﻠُﻮﺑِﻨَﺎ ﻛَﻤَﺎ أَﻟﱠﻔْﺖَ  ﺑََْﲔ  اﻟْﻤُﻬَﺎﺟِﺮِﻳﻦَ  وَاْﻷَﻧْﺼَﺎرِ

اَﻟﻠﱠﻬُﻢﱠ رَﺑﱠـﻨَﺎ ﺗَـﻘَـﺒﱠﻞْ ﻣِﻨﱠﺎ ﺻَﻼَﺗَـﻨَﺎ… وَﺗُﺐْ ﻋَﻠَﻲﱠ إِﻧﱠﻚَ أَﻧْﺖَ اﻟﺘﱠـﱠﻮابُ اﻟﱠﺮﺣِﻴْﻢُ

وَﺗُﺐْ  ﻋَﻠَﻲﱠ إِﻧﱠﻚَ  أَﻧْﺖَ اﻟﺘﱠـﱠﻮابُ اﻟﱠﺮﺣِﻴْﻢُ, رَﺑﱠـﻨَﺎ ﺗَـﻘَﺒﱠﻞْ ﻣِﻨﱠﺎ إِﻧﱠﻚَ أَﻧﺖَ اﻟﺴﱠﻤِﻴﻊُ اﻟْﻌَﻠِﻴﻢُ رَﺑﱠـﻨَﺎ آﺗِﻨَﺎ ِﰲ اﻟﺪﱡﻧْـﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً وَِﰲ اﻵْﺧِﺮَةِ ﺣَﺴَﻨَﺔً وَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَابَ  اﻟﻨﱠﺎرِ

وَﺳَﻼَمٌ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻤُﺮْﺳَﻠَِﲔ وَاْﳊﻤَْﺪُ ِﱠِɍ رَبِّ  اﻟْﻌَﺎﻟَﻤَِﲔ

ﺳُﺒْﺤَﺎنَ رَﺑِّﻚَ رَبِّ  اﻟْﻌِﱠﺰةِ ﻋَﻤﱠﺎ ﻳَﺼِﻔُﻮنَ وَاﻟﺴﱠﻼَمُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ   وَرََْﲪﺔُ ِﷲ وَﺑَـﺮَﻛَﺎﺗُﻪُ

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *