Widodo Judarwanto
Prof. Dr. Abdul Mu’ti M.Ed adalah sosok yang tak asing lagi bagi jamaah Masjid Al-Falah Benhil, Jakarta. Ketua Dewan Pembina Utama MAB ini, ditengah kesibukannya beliau memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan aktivitas keagamaan serta mempererat tali silaturahmi antarjamaah. Kehangatan dan kedekatannya dengan masyarakat membuatnya menjadi figur yang dicintai banyak orang. Tak hanya itu, beliau juga menjadi inspirasi keteladanan bagi generasi penerus bangsa. Sebagai seorang pendakwah, beliau tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai moderasi dan inklusivitas dalam kehidupan beragama.
Abdul Mu’ti adalah salah satu tokoh pendidikan Islam Indonesia yang berperan besar dalam pengembangan dunia pendidikan serta pemikiran moderasi Islam. Pada 21 Oktober 2024, beliau diangkat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia. Pengangkatan ini menandai babak baru dalam perjalanan panjang beliau sebagai seorang akademisi dan organisator. Tidak hanya di dunia pendidikan, beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk periode 2022-2027, menunjukkan kiprahnya yang luar biasa dalam organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini.
Perjalanan pendidikan Abdul Mu’ti mencerminkan semangat dan dedikasi yang tinggi terhadap ilmu pengetahuan. Beliau memulai pendidikannya di Kudus, menamatkan sekolah dasar hingga Madrasah Aliyah pada tahun 1986. Gelar Sarjana ia raih dari Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang pada tahun 1991, diikuti gelar Master of Education dari Universitas Flinders, Australia, pada 1996. Tidak puas sampai di situ, beliau melanjutkan pendidikan doktoralnya di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan berhasil dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Pendidikan Agama Islam.
Sejak tahun 1993, Abdul Mu’ti telah mengabdi sebagai dosen tetap di IAIN Walisongo, sebelum akhirnya berpindah ke UIN Syarif Hidayatullah pada 2014. Selain mengajar, beliau juga terlibat aktif dalam berbagai organisasi pendidikan, termasuk sebagai Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah pada periode 2011-2017 dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan pada periode 2019-2021. Keterlibatannya dalam berbagai lembaga ini menunjukkan dedikasi beliau untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Aktifis Muhammadiyah
Abdul Mu’ti juga dikenal sebagai sosok yang aktif dalam organisasi Muhammadiyah. Beliau telah menjadi anggota Muhammadiyah sejak 1994 dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah pada periode 2002-2006. Sebagai tokoh yang moderat, beliau senantiasa mengedepankan dialog antaragama dan menjadi bagian dari berbagai forum internasional seperti Dewan Indonesia-Amerika Serikat untuk Agama dan Pluralisme. Pandangan inklusif dan moderatnya dalam beragama membuatnya dihormati oleh banyak kalangan.
Nama Abdul Mu’ti semakin dikenal di kancah nasional dan internasional berkat kontribusinya dalam pemikiran Islam yang inklusif. Ia aktif menulis buku dan artikel yang menjadi referensi penting di dunia akademik. Buku-bukunya seperti Mengarusutamakan Wasathiyah (2018) dan Kristen Muhammadiyah (2009) memperlihatkan pandangannya yang mendalam tentang moderasi, toleransi, dan inklusivitas dalam beragama. Beliau juga menulis tentang pentingnya inkulturasi Islam yang menyemai persaudaraan, keadilan, dan emansipasi kemanusiaan.
Tak hanya aktif dalam dunia pendidikan dan organisasi, Abdul Mu’ti juga memperluas kontribusinya di tingkat internasional. Sejak tahun 2006, beliau menjabat sebagai Advisor di British Council London. Keterlibatannya di berbagai forum internasional memperlihatkan bahwa beliau tidak hanya fokus pada pendidikan di Indonesia, tetapi juga berusaha untuk memberikan dampak positif secara global. Sebagai seorang tokoh yang dihormati, beliau menolak tawaran jabatan sebagai Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2020, karena ingin tetap fokus pada pengabdian yang sesuai dengan keyakinannya.
Komitmen Abdul Mu’ti terhadap pendidikan yang mencerahkan tercermin dalam visinya untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter keislaman yang moderat dan inklusif. Beliau percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang adil, sejahtera, dan berkeadaban. Dengan dedikasinya, beliau berusaha untuk menjadikan pendidikan sebagai sarana untuk mencapai keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pembentukan Karakter dan Akhlak Generasi Muda
Pendidikan yang mencerahkan, bagi Abdul Mu’ti, bukan hanya tentang mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Dalam setiap kebijakan yang diambilnya, beliau selalu berupaya untuk merangkul semua lapisan masyarakat dan menciptakan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, beliau berkomitmen untuk menjawab tantangan pendidikan di era globalisasi dengan langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Abdul Mu’ti juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan humoris. Meskipun memiliki banyak jabatan dan tanggung jawab besar, beliau tetap mampu menjaga kedekatannya dengan masyarakat. Kehangatan dan kebersahajaannya membuatnya menjadi figur yang dicintai oleh banyak orang. Di Masjid Al-Falah Benhil, beliau tidak hanya berperan sebagai pembina utama, tetapi juga sebagai seorang pendakwah yang senantiasa memberikan pencerahan bagi jamaah.
Beliau menyadari bahwa pendidikan adalah fondasi bagi kemajuan suatu bangsa. Oleh karena itu, beliau berusaha untuk memberikan kontribusi yang maksimal dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam, Abdul Mu’ti bertekad untuk memperbaiki kondisi pendidikan dasar dan menengah di Indonesia, menciptakan sistem pendidikan yang lebih baik dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
Abdul Mu’ti juga memiliki visi yang jelas untuk masa depan pendidikan Indonesia. Beliau berharap agar pendidikan di Indonesia dapat merangkul semua kalangan, baik di kota maupun di pedesaan, tanpa ada yang tertinggal. Dalam pandangannya, pendidikan harus dapat diakses oleh semua anak bangsa, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, beliau berupaya untuk mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta memastikan bahwa setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang berkualitas.
Intelektual Muslim
Sebagai seorang intelektual Muslim, Abdul Mu’ti juga aktif mengembangkan pemikiran Islam yang moderat dan inklusif. Dalam banyak kesempatan, beliau menekankan pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, Islam mengajarkan nilai-nilai perdamaian dan saling menghormati, yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pemimpin, beliau selalu mengedepankan dialog antaragama dan keberagaman sebagai kekuatan, bukan sebagai pemecah belah.
Karya-karya Abdul Mu’ti, baik buku maupun artikel, mencerminkan pandangannya yang mendalam tentang pendidikan, agama, dan masyarakat. Sebagai penulis, beliau tidak hanya menulis tentang teori pendidikan, tetapi juga tentang bagaimana pendidikan dapat menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Salah satu bukunya yang terkenal, Ta’awun Untuk Negeri, mengangkat tema tentang transformasi nilai-nilai Islam dalam konteks keindonesiaan. Buku ini menjadi referensi penting bagi banyak orang yang ingin memahami bagaimana Islam dapat menjadi kekuatan positif dalam membangun bangsa.
Dalam kehidupan pribadinya, Abdul Mu’ti adalah seorang yang sangat mengutamakan keluarga. Beliau menyadari bahwa pendidikan dimulai dari keluarga, dan bahwa keluarga adalah tempat pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang nilai-nilai kehidupan. Sebagai seorang suami dan ayah, beliau selalu berusaha memberikan contoh yang baik bagi keluarganya, serta mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.
Sebagai Menteri Pendidikan, Abdul Mu’ti memiliki harapan besar untuk masa depan pendidikan Indonesia. Beliau ingin menciptakan sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan dapat berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan prinsip-prinsip moderasi dan inklusivitas, beliau yakin bahwa pendidikan dapat menjadi sarana untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban.
Abdul Mu’ti merupakan contoh nyata dari seorang pemimpin yang memiliki integritas tinggi, dedikasi, dan komitmen terhadap pendidikan dan masyarakat. Sebagai seorang pendidik, pemimpin organisasi, dan intelektual Muslim, beliau telah memberikan teladan yang luar biasa bagi banyak orang, terutama generasi muda. Keberaniannya untuk terus belajar, mengajar, dan menginspirasi adalah warisan yang tak ternilai bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.


















Leave a Reply