MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Perhitungan Lengkap Zakat Fitrah Menurut Sunnah dan 4 Mazhab

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim pada bulan Ramadan sebelum shalat Idulfitri. Tujuannya adalah untuk menyucikan jiwa orang yang berpuasa dan membantu kaum fakir miskin agar mereka juga bisa merayakan hari raya dengan layak.

Zakat fitrah diwajibkan berdasarkan hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma:

“Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah satu sha’ dari kurma atau satu sha’ dari gandum atas setiap Muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau memerintahkan agar zakat ini ditunaikan sebelum orang-orang keluar untuk shalat Id.” (HR. Bukhari No. 1503, Muslim No. 984).

Selain untuk mensucikan diri setelah menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, zakat fitrah juga dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu,membagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya yang dapat dirasakan semuanya termasuk masyarakat miskin yang serba kekurangan.

Zakat fitrah wajib ditunaikan bagi setiap jiwa, dengan syarat beragama Islam, hidup pada saat bulan Ramadhan, dan memiliki kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri. Besarannya adalah beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

Para ulama, diantaranya Shaikh Yusuf Qardawi telah membolehkan zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk uang yang setara dengan 1 sha` gandum, kurma atau beras. Nominal zakat fitrah yang ditunaikan dalam bentuk uang, menyesuaikan dengan harga beras yang dikonsumsi.

Berikut adalah perhitungan zakat fitrah menurut Sunnah dan empat mazhab:

1. Perhitungan Zakat Fitrah Menurut Sunnah

Berdasarkan hadits shahih, ukuran zakat fitrah yang harus dikeluarkan adalah 1 sha’ (sekitar 2,5 – 3 kg) dari makanan pokok yang umum dikonsumsi di suatu daerah, seperti kurma, gandum, beras, atau jagung.

Dalam hadits dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Kami mengeluarkan zakat fitrah di masa Rasulullah ﷺ dengan satu sha’ makanan, atau satu sha’ kurma, atau satu sha’ gandum, atau satu sha’ kismis.” (HR. Bukhari No. 1510, Muslim No. 985).

Para ulama berbeda pendapat mengenai apakah zakat fitrah boleh diganti dengan uang atau harus dalam bentuk makanan pokok.

2. Perhitungan Zakat Fitrah Menurut 4 Mazhab

a. Mazhab Hanafi

  • Zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim yang memiliki kelebihan harta dari kebutuhan pokoknya.
  • Kadar zakat fitrah adalah 1 sha’ (sekitar 3,8 kg) dari gandum atau makanan pokok lainnya.
  • Boleh diganti dengan uang yang setara dengan harga makanan pokok yang dikeluarkan.
  • Nilainya dihitung berdasarkan harga pasar saat zakat dikeluarkan.

b. Mazhab Maliki

  • Zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim, baik anak-anak maupun dewasa.
  • Kadar zakat fitrah adalah 1 sha’ (sekitar 2,7 kg) dari makanan pokok.
  • Tidak boleh diganti dengan uang, harus dalam bentuk makanan.
  • Jika tidak memiliki makanan pokok, boleh menggantinya dengan sesuatu yang setara nilainya.

c. Mazhab Syafi’i

  • Zakat fitrah wajib bagi setiap Muslim, termasuk bayi yang lahir sebelum Maghrib pada malam Idulfitri.
  • Ukurannya adalah 1 sha’ (sekitar 2,5 kg) dari makanan pokok, seperti beras, kurma, atau gandum.
  • Tidak boleh diganti dengan uang, harus berupa makanan pokok.
  • Waktu wajibnya adalah sejak matahari terbenam di malam Idulfitri, dan dianjurkan dikeluarkan sebelum shalat Id.

d. Mazhab Hanbali

  • Wajib bagi setiap Muslim yang memiliki makanan lebih dari kebutuhannya pada hari raya.
  • Kadar zakat fitrah adalah 1 sha’ (sekitar 3 kg) dari makanan pokok.
  • Tidak boleh diganti dengan uang, kecuali dalam kondisi darurat.
  • Harus dikeluarkan sebelum shalat Idulfitri, tetapi tetap sah jika diberikan sebelum akhir hari raya.

Kesimpulan

  • Mayoritas ulama sepakat bahwa zakat fitrah wajib dikeluarkan dalam bentuk 1 sha’ dari makanan pokok, meskipun Mazhab Hanafi membolehkan pembayaran dalam bentuk uang.
  • Perhitungan zakat fitrah umumnya berkisar antara 2,5 hingga 3,8 kg, tergantung mazhab dan jenis makanan yang digunakan.
  • Waktu terbaik untuk mengeluarkan zakat fitrah adalah sebelum shalat Id, tetapi jika terlambat, tetap wajib dikeluarkan sebagai bentuk qadha.

Dengan demikian, umat Islam dianjurkan untuk mengikuti mazhab yang dianut di daerahnya dan memastikan zakat fitrah diberikan kepada yang berhak sesuai dengan ketentuan syariat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *