MARYAM/MARIA, IBU ISA/YESUS: PERBANDINGAN PANDANGAN ISLAM, KATOLIK, DAN PROTESTAN
Maryam dalam Islam dan Maria dalam tradisi Kristen merupakan sosok yang sama-sama memiliki kedudukan penting dalam sejarah keagamaan, terutama berkaitan dengan kelahiran Isa/Yesus. Islam, Katolik, dan Kristen Protestan sama-sama mengakui Maria sebagai ibu Isa/Yesus dan menerima kelahiran yang istimewa, tetapi memiliki perbedaan mendasar dalam memahami hakikat Isa/Yesus dan konsekuensinya terhadap kedudukan Maria. Islam memandang Maryam sebagai perempuan pilihan dan disucikan Allah serta ibu Nabi Isa ‘alaihissalam, sementara Katolik memberikan kedudukan teologis yang sangat khusus kepada Maria sebagai Theotokos atau Bunda Allah, disertai doktrin tentang keperawanan kekal, Immaculate Conception, dan Assumption. Dalam tradisi Protestan, Maria dihormati sebagai ibu Yesus dan teladan iman, tetapi umumnya tidak ditempatkan dalam bentuk devosi dan doktrin Maria seperti dalam Katolik. Perbandingan ini menunjukkan bahwa persamaan penghormatan terhadap Maria berdiri di atas kerangka teologi yang berbeda mengenai Tuhan, Isa/Yesus, keselamatan, dan hubungan manusia dengan Allah.
Maryam/Maria merupakan salah satu tokoh perempuan yang memiliki posisi sangat penting dalam Islam dan Kekristenan, tetapi pemaknaan terhadap dirinya berkembang dalam kerangka teologi yang berbeda. Dalam Islam, Maryam binti ‘Imran dipandang sebagai perempuan yang dipilih dan disucikan Allah serta ibu Nabi Isa ‘alaihissalam, sedangkan dalam Katolik Maria dipahami sebagai ibu Yesus Kristus yang diyakini memiliki hakikat ilahi sekaligus manusiawi, sehingga Maria disebut Theotokos atau Bunda Allah dalam pengertian teologis tertentu. Sementara itu, berbagai tradisi Protestan umumnya menghormati Maria sebagai ibu Yesus dan teladan ketaatan kepada Allah, tetapi tidak menerima seluruh doktrin dan praktik devosi Maria dalam Katolik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai Maryam/Maria perlu dilakukan secara hati-hati dengan membedakan persamaan tokoh, sumber keagamaan, kedudukan Maria, keperawanan, kelahiran Isa/Yesus, konsep ketuhanan, serta bentuk penghormatan dan doa, sehingga perbedaan antara ketiga tradisi dapat dipahami secara ilmiah tanpa mencampuradukkan istilah dan keyakinan masing-masing.
Perbedaan pandangan tentang Maryam/Maria, ibu Nabi Isa/Yesus cukup mendasar antara Islam, Katolik, dan Kekristenan Protestan. Namun, ketiganya sama-sama menghormati Maria sebagai tokoh penting dalam sejarah keagamaan.
| Aspek | Islam | Katolik | Kristen Protestan |
|---|---|---|---|
| Nama | Maryam binti ‘Imran | Maria | Maria |
| Kedudukan | Perempuan pilihan Allah dan ibu Nabi Isa | Bunda Maria, ibu Yesus dan Mother of God dalam pengertian teologis tertentu | Ibu Yesus/Maria, perempuan yang dipilih Allah |
| Kelahiran Isa/Yesus | Mukjizat, tanpa ayah biologis | Kelahiran dari perawan oleh karya Roh Kudus | Kelahiran dari perawan oleh karya Roh Kudus |
| Status Maria | Manusia, bukan ilah | Manusia yang mendapat rahmat khusus; bukan Allah | Manusia yang mendapat kasih karunia Allah; bukan Allah |
| Dosa asal | Islam tidak mengenal doktrin dosa asal seperti Kekristenan | Maria diyakini dikandung tanpa dosa asal (Immaculate Conception) | Umumnya tidak menerima doktrin Immaculate Conception |
| Keperawanan | Maryam menjaga kesuciannya; Al-Qur’an menegaskan ia tidak pernah disentuh laki-laki sebelum mengandung Isa | Keperawanan Maria merupakan doktrin penting; Katolik mengajarkan keperawanan kekal | Berbeda menurut denominasi; umumnya menegaskan kelahiran dari perawan, tetapi tidak semuanya menerima keperawanan kekal |
| Setelah kelahiran Yesus/Isa | Al-Qur’an tidak memberikan doktrin bahwa Maryam tetap perawan seumur hidup | Tetap perawan menurut ajaran Katolik | Banyak Protestan tidak menganggap keperawanan kekal sebagai doktrin wajib |
| Peran dalam keselamatan | Maryam bukan penyelamat; keselamatan berasal dari Allah | Memiliki peran khusus dalam sejarah keselamatan; disebut Mother of God dan dihormati secara khusus | Tidak menjadi perantara keselamatan; keselamatan berpusat pada Kristus |
| Doa kepada Maria | Tidak diperbolehkan; doa ditujukan kepada Allah | Katolik meminta syafaat/doa Maria, bukan menyembah Maria | Umumnya tidak berdoa kepada Maria |
| Penghormatan | Sangat tinggi, tetapi tidak disembah | Sangat tinggi (hyperdulia), berbeda dari penyembahan kepada Allah (latria) | Dihormati sebagai teladan iman, tetapi tidak dipuja atau disembah |
1. Islam: Maryam adalah manusia pilihan Allah
- Dalam Islam, Maryam mempunyai kedudukan yang sangat tinggi. Bahkan ada satu surah yang dinamai Surah Maryam (QS 19). Al-Qur’an menggambarkan Maryam sebagai perempuan yang dipilih dan disucikan Allah: وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ “Dan (ingatlah) ketika para malaikat berkata, ‘Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan memilihmu di atas segala perempuan di seluruh alam.’” QS Ali ‘Imran 3:42
- Islam menerima kelahiran Isa dari Maryam tanpa seorang ayah manusia sebagai mukjizat Allah. Namun, Isa tetap dipandang sebagai manusia dan nabi, bukan Allah.
- Al-Qur’an juga menegaskan kesucian Maryam: وَالَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهَا مِن رُّوحِنَا “Dan (ingatlah) Maryam yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh Kami…” QS Al-Anbiya 21:91
- Jadi, dalam Islam terdapat pembedaan tegas: Maryam sangat mulia, tetapi tetap seorang hamba Allah; Isa sangat mulia, tetapi tetap seorang nabi dan rasul Allah.
2. Katolik: Maria memiliki kedudukan teologis yang jauh lebih khusus
- Dalam Katolik, Maria bukan sekadar ibu biologis Yesus. Karena Yesus diyakini sebagai Firman Allah yang menjadi manusia, Maria disebut Theotokos, yang secara harfiah berarti “Bunda Allah” (Mother of God).
- Istilah ini bukan berarti Maria adalah sumber atau pencipta keilahian Yesus. Maksud teologisnya adalah bahwa pribadi yang dilahirkan Maria adalah Yesus Kristus, yang diyakini Gereja sebagai benar-benar Allah dan benar-benar manusia.
- Katolik juga memiliki beberapa doktrin khusus mengenai Maria, antara lain:
- Immaculate Conception — Maria sejak awal keberadaannya dilindungi dari dosa asal.
- Perpetual Virginity — Maria tetap perawan.
- Assumption — Maria diyakini diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya.
- Maria diberi penghormatan khusus dan umat Katolik dapat meminta doa/syafaat Maria.
- Namun Katolik membedakan antara menyembah Allah dan menghormati Maria. Penyembahan hanya diberikan kepada Allah.
3. Protestan: Maria dihormati, tetapi tidak ditempatkan sebagai objek devosi
- Dalam banyak tradisi Protestan, Maria tetap dipandang sebagai perempuan yang sangat penting karena dipilih Allah untuk menjadi ibu Yesus.
- Lukas 1:38 menggambarkan jawaban Maria:
- “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
- Karena itu Maria sering dipandang sebagai teladan iman, ketaatan, dan kerendahan hati.
- Perbedaannya dengan Katolik terutama terletak pada doktrin dan devosi. Kebanyakan Protestan tidak menerima kewajiban doktrinal seperti Immaculate Conception, Assumption, atau penghormatan/devosi kepada Maria seperti dalam Katolik. Doa biasanya diarahkan langsung kepada Allah melalui Yesus Kristus.
Perbedaan paling mendasar
- Islam: Maryam → manusia pilihan Allah → ibu Nabi Isa → sangat mulia tetapi bukan ilah dan bukan objek doa.
- Katolik: Maria → ibu Yesus Kristus → Theotokos/Bunda Allah → perawan kekal → memiliki tempat khusus dalam sejarah keselamatan dan dimintai syafaat.
- Protestan: Maria → ibu Yesus → perempuan yang dipilih dan diberkati Allah → teladan iman → tidak menjadi objek penyembahan atau doa.
- Yang menarik, ketiga tradisi sama-sama menerima bahwa Maria adalah ibu Yesus/Isa dan bahwa kelahirannya merupakan peristiwa yang luar biasa, tetapi mereka memberikan makna teologis yang berbeda terhadap siapa Yesus/Isa dan apa konsekuensinya bagi kedudukan Maria.









Leave a Reply