KETEPATAN PRAKIRAAN CUACA TANGGAL 20-21 MEI 2025
Tabel perbandingan prakiraan cuaca dari BMKG dan AccuWeather untuk Jakarta Pusat tanggal 20–21 Mei 2025, beserta fakta cuaca yang terjadi:
🌤️ Tabel Prakiraan dan Fakta Cuaca Jakarta Pusat (20–21 Mei 2025)
| Tanggal | Sumber | Prakiraan Cuaca | Suhu (°C) | Kelembapan (%) | Fakta Cuaca yang Terjadi |
|---|---|---|---|---|---|
| 20 Mei 2025 | BMKG | Berawan hingga cerah berawan | 25–33 | 53–92 | Cuaca berawan sepanjang hari; sebagian wilayah cerah berawan |
| AccuWeather | Berawan, kemungkinan hujan malam hari | 24–33 | — | Sebagian besar berawan; hujan ringan terjadi terbatas di sore hari | |
| 21 Mei 2025 | BMKG | Hujan ringan di seluruh wilayah Jakarta | 25–32 | 60–93 | Hujan ringan terjadi siang hingga malam di beberapa kecamatan |
| AccuWeather | Berawan, kemungkinan badai petir sore hari | 24–34 | — | Hujan ringan hingga sedang disertai angin di sore hari di beberapa titik |
📝 Catatan:
- Data suhu AccuWeather dikonversi dari Fahrenheit ke Celsius.
- Prakiraan dari kedua sumber relatif akurat dan sesuai fakta, meskipun intensitas hujan bervariasi antar wilayah di Jakarta Pusat.
- AccuWeather memberikan perkiraan potensi hujan ringan dan sedang serta badai petir yang cukup mendekati kenyataan.
- Perlu diingat bahwa prakiraan cuaca adalah ilmu berbasis estimasi dan bukan kepastian mutlak.

Prakiraan Cuaca Menurut Islam dan Pandangan Ulama Kontemporer
Prakiraan cuaca merupakan hasil analisis ilmiah berbasis data atmosfer dan teknologi meteorologi, termasuk dari lembaga seperti BMKG dan AccuWeather. Dalam Islam, segala peristiwa alam seperti hujan, angin, dan badai diyakini sebagai bagian dari takdir dan kehendak Allah SWT. Artikel ini membahas bagaimana umat Muslim seharusnya menyikapi informasi prakiraan cuaca menurut pandangan ulama kontemporer. Ditekankan bahwa meskipun ilmu pengetahuan berperan dalam perencanaan, iman dan tawakal tetap menjadi landasan utama.
Perubahan cuaca adalah fenomena alam yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia kini mampu memperkirakan keadaan cuaca beberapa hari ke depan dengan bantuan sistem meteorologi canggih. Lembaga seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta platform global seperti AccuWeather memberikan prakiraan suhu, kelembapan, dan potensi hujan dengan tingkat akurasi yang semakin baik.
Namun, dalam perspektif Islam, penting untuk diingat bahwa kendali penuh atas alam ada di tangan Allah SWT. Ayat-ayat Al-Qur’an secara eksplisit menyatakan bahwa hanya Allah yang mengetahui secara pasti kapan dan di mana hujan akan turun (lihat QS. Luqman: 34). Dengan demikian, prakiraan cuaca adalah sarana manusia untuk berikhtiar dan bukan sebuah kepastian mutlak.
Prakiraan Cuaca Menurut Ulama Kontemporer
Ulama kontemporer seperti Syekh Yusuf al-Qaradawi, Syekh Wahbah az-Zuhaili, dan ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bahwa menggunakan ilmu pengetahuan seperti meteorologi tidak bertentangan dengan prinsip Islam, selama tidak disertai dengan keyakinan akan kepastian mutlak. Prakiraan cuaca adalah bagian dari ijtihad ilmiah yang diperbolehkan untuk kepentingan umum, seperti perencanaan pertanian, perjalanan, atau penyelenggaraan ibadah.
Prakiraan cuaca bukanlah bentuk ramalan ghaib yang dilarang dalam Islam. Selama informasi tersebut bersumber dari analisa data ilmiah dan tidak menggantikan iman terhadap kehendak Allah, maka itu adalah bentuk ikhtiar yang sangat dianjurkan. Bahkan, dalam beberapa fatwa, disebutkan bahwa prakiraan cuaca bisa digunakan sebagai penentu dalam pelaksanaan ibadah, seperti pengaturan waktu shalat istisqa (shalat minta hujan) atau evakuasi dalam kondisi bencana.
Dalam konteks fiqih kontemporer, prakiraan cuaca menjadi bagian dari maqasid al-shari’ah, yaitu menjaga jiwa dan kemaslahatan umum. Oleh karena itu, tidak ada kontradiksi antara prakiraan cuaca dan keimanan, justru ini menambah dimensi kedalaman sikap tawakal setelah berikhtiar.
Bagaimana Umat Muslim Menyikapi Prakiraan Cuaca Saat Idul Adha 2025 ?
Umat Islam diajarkan untuk senantiasa berikhtiar dalam segala hal, termasuk dalam merencanakan kegiatan ibadah yang melibatkan banyak orang. Prakiraan cuaca merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang Allah SWT karuniakan melalui proses pengamatan dan analisis alam. Menggunakan informasi cuaca sebagai pertimbangan, misalnya saat Shalat Idul Adha dan penyembelihan qurban, adalah bentuk ikhtiar yang dianjurkan dalam Islam. Namun, prakiraan cuaca bukanlah kepastian mutlak, sehingga sikap tawakal kepada Allah SWT setelah berikhtiar sangat penting.
Sikap tawakal bukan berarti pasif, melainkan tetap mempersiapkan diri secara matang. Jika prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan atau cuaca buruk, umat Islam dianjurkan menyediakan alternatif seperti pelindung hujan atau menyesuaikan waktu pelaksanaan kegiatan. Selain itu, penting pula menjaga adab dalam menyebarkan informasi cuaca agar tidak menimbulkan ketakutan berlebihan, serta memperbanyak doa sesuai sunnah Nabi Muhammad ﷺ saat menghadapi perubahan cuaca, sebagai pengingat bahwa cuaca juga bagian dari ujian dan rahmat dari Allah SWT.
Umat Muslim hendaknya memandang ilmu meteorologi sebagai rahmat dan anugerah Allah yang harus dimanfaatkan untuk keselamatan dan kemaslahatan bersama. Prakiraan cuaca dari berbagai sumber seperti BMKG dan AccuWeather menunjukkan adanya perbedaan karena metode yang berbeda, sehingga umat perlu bersikap bijak dan tidak mudah menyalahkan. Menggabungkan berbagai data dengan kearifan lokal dan doa merupakan bentuk kesadaran spiritual atas kekuasaan Allah yang mutlak atas langit dan bumi.
Pada akhirnya, umat Islam percaya bahwa hanya Allah SWT yang menentukan segalanya, termasuk cuaca dan takdirnya. Prakiraan cuaca hanyalah alat bantu untuk memudahkan manusia dalam merencanakan aktivitas agar lebih siap dan bijak menghadapi kondisi alam. Oleh karena itu, sikap yang seimbang antara ilmu, ikhtiar, dan tawakal menjadi kunci agar ibadah dan aktivitas berjalan lancar dalam segala kondisi cuaca, sambil terus bersyukur atas segala rahmat dan ketetapan-Nya.
Kesimpulan
Prakiraan cuaca memiliki nilai strategis dalam perencanaan kegiatan keagamaan umat Islam, termasuk pelaksanaan Shalat Idul Adha dan penyembelihan hewan qurban. Meskipun tidak bersifat absolut, prakiraan dari BMKG dan AccuWeather dapat dijadikan panduan yang berguna bagi panitia masjid dan jamaah untuk melakukan persiapan teknis. Perbedaan antara dua sumber prakiraan juga harus disikapi dengan penuh hikmah, karena masing-masing didasarkan pada metode ilmiah yang sah.
Dalam Islam, penggunaan ilmu pengetahuan tidak bertentangan dengan ajaran agama, selama tidak menggantikan posisi tawakal kepada Allah SWT. Oleh karena itu, umat Muslim sebaiknya menjadikan prakiraan cuaca sebagai sarana ikhtiar, bukan sebagai penentu mutlak. Kesiapan fisik dan mental, disertai doa serta sikap husnuzan terhadap takdir Allah, adalah kunci agar ibadah tetap berjalan khusyuk dan aman dalam kondisi cuaca apapun.
Perlu dicatat bahwa prakiraan cuaca adalah hasil analisis ilmiah yang bertujuan membantu perencanaan aktivitas harian. Namun, sebagai umat beriman, kita meyakini bahwa hanya Allah yang menentukan segala sesuatu, termasuk turunnya hujan. Ilmu pengetahuan hanyalah alat untuk memperkirakan, sementara keputusan akhir tetap berada dalam kehendak-Nya. Sebagai umat beriman, kita meyakini bahwa hanya Allah yang menentukan datangnya hujan. Ilmu pengetahuan, seperti prakiraan cuaca ini, hanyalah alat untuk membantu kita bersiap dan beradaptasi dengan kondisi alam yang senantiasa berada dalam kuasa-Nya.

dr Widodo Judarwanto, pediatrician. Ketua Panitia Idul Adha dan Kurban , MAB (Masjid Al-Falah Benhil, Jakarta, Indonesia)
Info Qurban 087711553344 – 085888886268
SAPI 1/7 3,6 Juta (>sapi 350-400 kg), KAMBING/DOMBA 3,6 juta (Kambing/domba >35-40 kg)
https://masjidalfalahhbenhil.com
Rek BSI. No.1002174606. An. Yayasan Masjid Alfalah 1002174606, bila sudah tranfer kirim Screen Shoot bukti bayar ke 085-88888-6568 087711553344
KOMUNITAS MAB Penggerak Kebaikan, Ilmu dan Iman
https://chat.whatsapp.com/CHdxwdDzfFsGRwWXT6yJ5u

















Leave a Reply