MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Jenis Pembagian Bahasa Arab yang Umum Dikenal

Bahasa Arab merupakan bahasa yang kaya sejarah, variasi, dan perkembangan. Dalam kajian linguistik Arab, bahasa ini mengalami berbagai pembagian berdasarkan waktu, bentuk, fungsi, dan wilayah geografis. Artikel ini mengulas jenis-jenis pembagian bahasa Arab yang umum dikenal, termasuk pembagian berdasarkan sejarah (klasik dan modern), tingkat keformalan (fuṣḥā dan ‘āmiyah), serta dialek lokal yang beragam di dunia Arab. Pemahaman akan klasifikasi ini penting dalam studi bahasa Arab, pengajaran, serta pelestarian budaya bahasa di dunia Islam.


Bahasa Arab adalah salah satu bahasa Semitik yang memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam peradaban dunia, terutama dalam konteks keagamaan, ilmu pengetahuan, dan komunikasi antarbangsa Arab. Seiring perkembangan zaman, bahasa Arab mengalami transformasi baik dari segi struktur, kosakata, maupun penggunaannya di berbagai wilayah dan situasi sosial. Hal ini menyebabkan adanya klasifikasi atau pembagian bahasa Arab ke dalam beberapa kategori.

Pembagian bahasa Arab dilakukan untuk memahami perubahan dan variasinya secara lebih sistematis. Para ahli linguistik dan pendidik bahasa Arab membaginya ke dalam beberapa jenis berdasarkan aspek historis (klasik dan modern), aspek fungsional (resmi dan tidak resmi), serta aspek geografis (dialek wilayah). Dengan memahami ragam pembagian ini, kita dapat lebih efektif dalam mempelajari bahasa Arab dan menggunakannya sesuai konteks yang tepat.


1. Dari Segi Sejarah dan Perkembangan

Bahasa Arab dibagi menjadi tiga:

a. Bahasa Arab Kuno (العربية القديمة / al-‘Arabiyyah al-Qadīmah)

  • Digunakan oleh bangsa Arab sebelum masa Nabi Ismail dan sebelum turunnya wahyu.
  • Contohnya: bahasa kaum ‘Ād, Ṯamūd, dan lain-lain.
  • Banyak ditemukan dalam prasasti dan peninggalan arkeologis.

b. Bahasa Arab Klasik (الفصحى التراثية / al-Fuṣḥā at-Turāṡiyyah)

  • Bahasa Arab Al-Qur’an dan Hadis.
  • Digunakan pada masa kenabian dan era keemasan Islam.
  • Kaidahnya dijadikan dasar dalam ilmu nahwu dan sharaf.
  • Contohnya: bahasa yang digunakan oleh para ulama seperti Sibawaih, Al-Jurjani, dan lainnya.

c. Bahasa Arab Modern (الفصحى الحديثة / al-Fuṣḥā al-Ḥadīṡah)

  • Digunakan dalam dunia pendidikan, media massa, pemerintahan, dan buku-buku kontemporer.
  • Struktur tata bahasanya tetap mengacu pada klasik, tetapi banyak kosakata baru.
  • Digunakan secara resmi di negara-negara Arab.

2. Dari Segi Tingkat Keformalan

Bahasa Arab dibagi menjadi:

a. Fusha (الفصحى) – Bahasa Arab Baku

  • Resmi, digunakan dalam Al-Qur’an, berita, pidato formal, literatur ilmiah.
  • Ada dua versi: klasik dan modern.

b. ‘Amiyah (العامية) – Bahasa Arab Dialek

  • Digunakan dalam percakapan sehari-hari.

  • Tidak baku, berbeda antara satu negara atau daerah dengan yang lain.

  • Contoh dialek: Mesir (Maṣri), Syam (Levant), Maghribi, Teluk (Khaleeji), dan Hijazi.


3. Dari Segi Fungsi dan Penggunaan

a. Bahasa Arab Lisan (شفهي / Syafahī)

  • Untuk komunikasi langsung, informal maupun formal.

b. Bahasa Arab Tulisan (كتابي / Kitābī)

  • Untuk komunikasi tertulis seperti surat, artikel, kitab, dll.

4. Dari Segi Dialek Lokal (اللَّهَجَات / al-Lahajāt)

  1. Dialek ini mencerminkan keberagaman bahasa Arab di berbagai wilayah:
  • Dialek Mesir: paling populer karena media.
  • Dialek Syam: digunakan di Suriah, Lebanon, Yordania.
  • Dialek Maghrib: seperti di Maroko, Aljazair, Tunisia, banyak campuran Prancis dan Berber.
  • Dialek Teluk: Qatar, UEA, Arab Saudi bagian timur.
  • Dialek Hijazi dan Najdi: wilayah tengah dan barat Arab Saudi.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *