5 Orang Yang Celaka dan Merugi Di Bulan Ramadhan
Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan dan ampunan. Di bulan ini, setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Namun, tidak semua orang mendapatkan keberkahan tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rasulullah SAW mengucapkan “aamiin” tiga kali ketika menaiki mimbar untuk khutbah Jumat. Ketika para sahabat bertanya alasan beliau mengucapkannya, Rasulullah menjelaskan bahwa Malaikat Jibril berdoa agar celaka dan merugi tiga golongan manusia, dan Rasulullah SAW mengaminkan doa tersebut. Dari hadis ini, kita dapat memahami bahwa ada beberapa golongan yang merugi, terutama di bulan Ramadan.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Imam Ahmad, ketika Rasulullah SAW akan menaiki mimbar untuk khutbah Jum’at, pada anak tangga pertama beliau mengucapkan aamiin. Ketika naik pada anak tangga kedua beliau juga mengucapkan aamiin, begitu juga pada anak tangga ketiga beliau mengucapkan aamiin. Setelah selesai shalat, para sahabat kemudian bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan amin pada anak tangga pertama sampai ketiga ?”
Rasulullah SAW menjawab, “Pada anak tangga pertama aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepada ku, celakalah dan merugilah orang yang ketika disebut namamu wahai Muhammad, dia tidak bershalawat kepadamu.”
“Celakalah dan merugilah orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya tetapi tidak membuatnya masuk surga.”
Dan pada anak tangga ketiga aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku,
“Celakalah dan merugilah orang yang melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan, tetapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya.” Lalu siapa saja golongan yang merugi di bulan Ramadan?
Lima golongan yang merugi di bulan suci Ramadan menurut Rasulullah SAW:
1. Orang yang Menganggap Biasa Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah bulan yang istimewa, namun ada sebagian orang yang tidak merasakan keistimewaan tersebut. Mereka menganggap bulan Ramadan sama seperti bulan-bulan lainnya, tanpa adanya peningkatan ibadah dan kebaikan.
Mereka tidak berusaha untuk memperbanyak amal ibadah seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, sedekah, atau memperbanyak doa. Padahal, Ramadan adalah kesempatan emas untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Orang yang menganggap bulan Ramadan biasa saja bagaikan seseorang yang melewatkan harta rampasan perang yang sangat berharga. Mereka tidak sadar bahwa kesempatan mendapatkan ampunan Allah SWT sangat besar di bulan ini.
2. Orang yang Tiba-tiba Berubah Alim Hanya di Bulan Ramadan
Sebagian orang hanya beribadah dengan khusyuk selama bulan Ramadan, tetapi setelah Ramadan berakhir, mereka kembali kepada kebiasaan buruknya.
Imam Ahmad pernah berkata:“Seburuk-buruk kaum adalah mereka yang hanya mengenal Allah di bulan Ramadan saja.”
Contoh dari golongan ini adalah mereka yang hanya rajin shalat, mengenakan hijab, atau menjauhi maksiat hanya selama bulan Ramadan. Namun, setelah bulan suci berlalu, mereka kembali meninggalkan ibadah dan kembali kepada kebiasaan buruknya.
Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki diri secara permanen, bukan hanya perubahan sementara.
3. Orang yang Hanya Menahan Lapar dan Dahaga
Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak baik. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan amalan dusta, maka Allah tidak butuh dengan makanan dan minuman yang ditinggalkannya (puasa).” (HR. Bukhari)
Artinya, orang yang berpuasa tetapi tetap melakukan ghibah (menggunjing), berbohong, menyebarkan fitnah, atau menghina orang lain, maka puasanya tidak memiliki makna di sisi Allah.
Puasa seharusnya menjadi latihan untuk menahan diri dari segala bentuk keburukan, bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga.
4. Orang yang Tidak Memanfaatkan Waktu di Bulan Ramadan
Bulan Ramadan adalah kesempatan terbaik untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun, ada sebagian orang yang justru menghabiskan waktunya dengan tidur sepanjang siang dan begadang untuk hal yang tidak bermanfaat di malam hari.
Mereka lalai dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunnah, sehingga kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Sebaliknya, orang yang beruntung di bulan Ramadan adalah mereka yang menyibukkan diri dengan ibadah seperti shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, dan melakukan amal kebaikan lainnya.
5. Orang yang Tetap Melakukan Maksiat di Bulan Ramadan
Ramadan adalah bulan penuh ampunan, di mana Allah SWT membuka pintu taubat selebar-lebarnya. Namun, ada orang-orang yang tetap melakukan maksiat meskipun berada di bulan suci ini.
Padahal, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang berpuasa dengan motivasi yang benar karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah SWT, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Begitu pula dengan shalat tarawih, Rasulullah SAW bersabda:
“Siapa yang shalat tarawih di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Jika seseorang tetap melakukan maksiat di bulan Ramadan, maka itu adalah tanda bahwa hatinya belum tergerak untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan baik.
Kesimpulan
Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan. Namun, tidak semua orang mendapatkan manfaat dari bulan suci ini. Lima golongan yang merugi di bulan Ramadan adalah:
- Orang yang menganggap bulan Ramadan sebagai bulan biasa.
- Orang yang hanya alim dan taat beribadah selama Ramadan.
- Orang yang hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi tidak menjaga lisannya.
- Orang yang tidak memanfaatkan waktu di bulan Ramadan untuk beribadah.
- Orang yang tetap melakukan maksiat di bulan Ramadan.
Sebagai umat Islam, kita harus berusaha menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan yang merugi dan dapat meraih keberkahan di bulan suci ini.















Leave a Reply