Ustadz Dr Elza Hendra Mukhlis MA, Khatib Tarawih Gema Ramadhan MAB Senin 11 Maret 2025 – 1446 H
Ikhtiar menjadi orang yang terbaik dalam Islam berarti berusaha secara sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri dalam segala aspek kehidupan, baik dari segi ibadah, akhlak, maupun hubungan dengan sesama. Dalam ajaran Islam, seseorang dianjurkan untuk selalu meningkatkan kualitas diri dengan ilmu, kesabaran, dan kerja keras. Selain itu, menjadi yang terbaik juga berarti memberikan manfaat bagi orang lain, membantu sesama, serta bersikap jujur dan adil dalam setiap tindakan. Kedisiplinan dalam menjalankan kewajiban agama, menjaga hati dari sifat buruk, serta bersikap rendah hati adalah kunci utama dalam perjalanan menuju kebaikan. Dengan mengikuti tuntunan Islam dan menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai teladan, seseorang dapat mencapai kesuksesan yang tidak hanya bernilai duniawi tetapi juga diridai oleh Allah.
5 Ikhtiar Menjadi Orang Terbaik
Allah dan Rasul-Nya telah memberikan pedoman agar kita menjadi orang yang terbaik di sisi-Nya. Dalam Al-Qur’an dan hadits, orang terbaik memiliki beberapa tanda, di antaranya:
1. Menyeru kepada Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran
Allah berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 110:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, serta beriman kepada Allah.”
Dalam Tafsir Ath-Thabari, kata “umat terbaik” bisa merujuk pada golongan, jamaah, atau individu yang memenuhi tiga syarat: menyeru kepada kebaikan, mencegah kemungkaran, dan beriman kepada Allah.
- Mengajak kepada kebaikan lebih baik daripada sekadar berbuat baik. Sedekah itu baik, tapi mengajak orang lain untuk bersedekah lebih baik. Shalat itu baik, tetapi mengajak orang lain shalat lebih utama. Ilmu itu baik, tetapi menyebarkan undangan kajian jauh lebih bermanfaat.
- Tidak hanya menjadi baik untuk diri sendiri, tetapi berusaha menjadikan orang lain baik. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan (kekuasaan), jika tidak mampu maka dengan lisan (nasihat), dan jika tidak mampu maka dengan hati (membenci dalam hati), dan itu selemah-lemah iman.” (HR. Muslim).
2. Tidak Terjebak dalam Riba dan Membantu Orang Lain Terhindar dari Riba
Rasulullah ﷺ bersabda: “Allah melaknat pemakan riba, pemberi riba, pencatat transaksi riba, dan dua saksinya.” (HR. Muslim).
Dalam kitab Majmu’ al-Fatawa, Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang berusaha menolong sesama, sesuai dengan kemampuan mereka.
- Orang terbaik tidak hanya menghindari riba, tetapi juga membantu orang lain agar tidak terjebak dalam riba.
- Jika seseorang hanya bisa mengingatkan, maka tugasnya adalah menyebarkan kesadaran tentang bahaya riba. Jika memiliki kemampuan ekonomi, maka ia bisa membantu saudaranya keluar dari jeratan pinjaman berbunga.
- Mencegah riba lebih baik daripada hanya tidak mengambil riba. Sebab, jika lingkungan dibiarkan tenggelam dalam riba, maka efeknya akan meluas dan sulit dihindari.
3. Beriman dengan Benar, Tidak Terjebak Tahayul, Khurafat, dan Bid’ah
Keimanan yang benar adalah fondasi utama menjadi orang terbaik. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik dalam keimanannya dan paling jauh dari bid’ah.”
- Islam hanya satu, yaitu Islam yang berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
- Tahayul dan khurafat membuat seseorang terjebak dalam kesesatan, seperti percaya pada jimat atau ritual yang tidak bersumber dari Islam.
- Orang terbaik adalah mereka yang istiqamah dalam tauhid dan tidak terpengaruh oleh pemikiran yang menyimpang.
4. Hadits: Orang Terbaik Bertambah Ibadah Seiring Bertambah Usia
Dalam hadits shahih, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah yang semakin tua semakin taat beribadah kepada Allah.”
- Orang yang semakin tua seharusnya semakin dekat dengan Al-Qur’an dan ibadah, bukan semakin lalai.
- Menjadi Ahlul Qur’an dan Ahlul Ibadah adalah tanda orang terbaik.
Doa Tidur dalam Hadits Shahih Bukhari
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa sebelum tidur:
اللَّهُمَّ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا
“Ya Allah, dengan nama-Mu aku mati dan aku hidup.”
Doa ini mengingatkan bahwa tidur adalah kematian kecil. Kita tidak tahu apakah kita akan bangun kembali atau tidak. Oleh karena itu, sebelum tidur, kita dianjurkan untuk muhasabah, mengoreksi diri, dan mempersiapkan diri untuk kematian yang sesungguhnya.
Panjang Umur, Dekat dengan Masjid, dan Majelis Ilmu
- Orang terbaik adalah mereka yang panjang umurnya dalam ketaatan kepada Allah.
- Mereka selalu menghadiri majelis ilmu, semakin dekat dengan masjid, dan senantiasa memperbaiki amal.
Hadits: Orang Terbaik adalah yang Paling Bermanfaat bagi Orang Lain
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad).
- Ilmu yang diberikan kepada orang lain lebih baik daripada hanya menyimpannya sendiri.
- Kehidupan yang bermanfaat bukan hanya sekadar mengejar dunia, tetapi juga memberikan dampak baik bagi masyarakat sekitar.
5. Orang Terbaik Adalah yang Mempelajari dan Mengajarkan Al-Qur’an
“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari).
- Orang terbaik bukan hanya yang membaca Al-Qur’an, tetapi juga yang menyebarkan ilmunya.
- Mengajarkan Al-Qur’an adalah amal yang tidak terputus pahalanya, bahkan setelah seseorang meninggal dunia.
Kesimpulan
Menjadi orang terbaik menurut Islam bukan sekadar menjadi baik untuk diri sendiri, tetapi juga membawa kebaikan bagi orang lain. Hal ini bisa diwujudkan dengan menyeru kepada kebaikan, menjauhi riba, menjaga keimanan, mendekatkan diri kepada ibadah, menghadiri majelis ilmu, dan mengajarkan Al-Qur’an kepada sesama.
















Leave a Reply