Sunnah Rasulullah ﷺ adalah pedoman hidup yang harus diikuti oleh setiap Muslim agar tetap berada di jalan yang lurus. Menyelisihi sunnah berarti keluar dari petunjuk yang telah ditetapkan oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya, yang dapat menyebabkan kesesatan dalam akidah dan amalan ibadah. Akibat dari penyimpangan ini tidak hanya berdampak pada kehidupan akhirat, tetapi juga mendatangkan ketergelinciran fitnah di dunia, seperti kebingungan dalam memahami agama, tertimpa berbagai musibah, dan jatuh ke dalam kesesatan yang semakin jauh. Oleh karena itu, umat Islam harus selalu berhati-hati dalam menjalankan ajaran agama agar tidak tergelincir ke dalam perilaku yang menyelisihi sunnah.
Penjelasan Al-Qur’an tentang Bahaya Menyelisihi Sunnah
Allah ﷻ telah memperingatkan dalam Al-Qur’an:
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nur: 63)
Ayat ini mengandung peringatan tegas bagi mereka yang tidak taat pada ajaran Rasulullah ﷺ. Cobaan yang dimaksud dalam ayat ini bisa berupa fitnah dalam kehidupan, kebingungan dalam memahami kebenaran, serta kesesatan yang semakin jauh dari Islam. Sementara itu, azab yang pedih bisa terjadi di dunia maupun di akhirat. Hal ini menunjukkan bahwa menyelisihi sunnah bukan sekadar pelanggaran ringan, melainkan suatu tindakan yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kehancuran.
Pentingnya ketaatan kepada Rasulullah ﷺ sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah ﷻ. Dalam Islam, setiap perintah dan larangan yang disampaikan Rasulullah ﷺ bukan sekadar nasihat biasa, tetapi merupakan tuntunan yang wajib diikuti. Menyelisihi sunnah dapat mengakibatkan seseorang tersesat dari jalan yang lurus, kehilangan petunjuk dalam memahami agama, dan bahkan mengalami berbagai musibah sebagai bentuk teguran dari Allah ﷻ. Oleh karena itu, ayat ini menjadi peringatan bagi setiap Muslim agar senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam yang murni dan menjauhi segala bentuk penyimpangan.
Cobaan yang disebutkan dalam ayat ini bisa berbentuk fitnah dalam agama, seperti munculnya pemahaman yang menyimpang, ketidakmampuan membedakan antara yang benar dan yang batil, serta terjerumus dalam perbuatan dosa tanpa disadari. Sejarah Islam menunjukkan bahwa banyak golongan yang menyimpang dari ajaran Rasulullah ﷺ akhirnya mengalami kehancuran, baik secara individu maupun kelompok. Ini menjadi pelajaran bahwa meninggalkan sunnah bukan hanya berdampak pada kehidupan pribadi, tetapi juga dapat mengguncang umat secara keseluruhan.
Selain cobaan di dunia, mereka yang terus-menerus menentang perintah Rasulullah ﷺ juga diancam dengan azab yang pedih di akhirat. Azab ini lebih dahsyat dan kekal, sebagai balasan atas sikap angkuh dan penolakan terhadap kebenaran. Oleh karena itu, ayat ini mengajarkan bahwa keselamatan seorang Muslim bergantung pada sejauh mana ia berpegang teguh pada ajaran Islam yang benar. Mengikuti sunnah bukan hanya bentuk ibadah, tetapi juga sarana menjaga diri dari berbagai bentuk kesesatan dan hukuman Allah ﷻ.
Waspada terhadap Fitnah di Dunia akibat Menyelisihi Sunnah
Salah satu bentuk fitnah yang menimpa orang yang menyelisihi sunnah adalah terjerumus dalam khurafat dan tahayul. Khurafat adalah kepercayaan yang tidak memiliki dasar dalam Islam, seperti meyakini adanya kesialan dalam angka atau benda tertentu. Tahayul, di sisi lain, adalah keyakinan terhadap hal-hal gaib yang tidak diajarkan oleh Rasulullah ﷺ, seperti percaya pada ramalan atau jimat. Perilaku ini membuat seseorang semakin jauh dari tauhid yang murni dan dapat menyeretnya ke dalam kesyirikan.
Bid’ah juga merupakan fitnah besar yang menimpa mereka yang tidak berpegang teguh pada sunnah. Bid’ah adalah inovasi dalam agama yang tidak memiliki dasar dari Rasulullah ﷺ. Meskipun terkadang tampak baik di mata manusia, bid’ah justru mengubah ajaran Islam yang asli dan dapat membuat seseorang terjebak dalam kesesatan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.” (HR. Muslim). Oleh karena itu, setiap Muslim harus waspada agar tidak terjerumus dalam bid’ah yang merusak keimanan.
Syirik adalah fitnah terbesar yang menimpa orang yang menyelisihi sunnah. Syirik berarti menyekutukan Allah ﷻ dengan sesuatu yang lain, baik dalam ibadah, doa, maupun keyakinan. Contoh nyata dari perbuatan syirik adalah meminta pertolongan kepada selain Allah, seperti dukun atau roh leluhur, dengan keyakinan bahwa mereka memiliki kekuatan tertentu. Syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni oleh Allah ﷻ jika seseorang meninggal dalam keadaan demikian.
Perilaku menyelisihi sunnah juga menyebabkan kebingungan dalam memahami agama. Mereka yang tidak berpegang teguh pada sunnah cenderung mengikuti hawa nafsu dan pemikiran yang menyimpang, sehingga mudah terpengaruh oleh paham-paham sesat. Akibatnya, mereka kehilangan petunjuk yang benar dan hidup dalam kegelisahan, karena hati mereka tidak mendapatkan cahaya kebenaran.
Kesimpulan dan Saran
Menyelisihi sunnah bukan hanya membawa dampak negatif di akhirat, tetapi juga mendatangkan berbagai fitnah di dunia. Orang yang tidak mengikuti sunnah akan terjebak dalam khurafat, tahayul, bid’ah, dan syirik, yang dapat merusak akidah dan membawa kehancuran. Allah ﷻ telah memperingatkan bahwa mereka yang menyalahi ajaran Rasulullah ﷺ akan menghadapi cobaan dan azab yang pedih.
Sebagai saran, umat Islam harus selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan sunnah yang shahih agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan. Mempelajari ilmu agama dari ulama yang terpercaya dan mengikuti ajaran Islam yang murni adalah langkah utama untuk menjaga keimanan. Dengan demikian, kita dapat terhindar dari fitnah dunia dan memperoleh kebahagiaan di akhirat.















Leave a Reply