MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Bagaimana Pola makan Remaja Yang Sibuk ?

TANYA

“Dok, gimana sih cara menjaga pola makan sehat buat remaja yang super sibuk dengan sekolah, tugas, dan ekstrakurikuler? Soalnya sering banget tuh, gara-gara jadwal padat, jadi lupa makan, asal jajan, atau malah makan makanan cepat saji yang nggak sehat. Ada nggak tips praktis yang sesuai sains kedokteran terkini dan ajaran Islam biar tubuh tetap fit, fokus belajar, dan tetap berkah?”

JAWAB

Untuk menjaga pola makan sehat, remaja yang sibuk perlu memastikan sarapan bergizi setiap pagi untuk energi awal hari, seperti kombinasi karbohidrat kompleks (roti gandum, oatmeal), protein (telur, susu), dan buah. Bawa bekal sehat dari rumah untuk menghindari jajan sembarangan, dengan menu seimbang seperti nasi, lauk kaya protein (ayam, ikan), sayuran, dan buah. Hindari makanan cepat saji tinggi gula dan lemak karena dapat menyebabkan kelelahan dan obesitas. Minum cukup air untuk mencegah dehidrasi, minimal 8 gelas per hari. Jadwalkan waktu makan teratur meskipun sibuk, misalnya makan kecil di sela aktivitas. Dalam Islam, menjaga tubuh adalah amanah, seperti firman Allah, “Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu…” (QS. Al-Baqarah: 57), dan Rasulullah ﷺ menganjurkan makan secukupnya: “Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napas.” (HR. Tirmidzi, no. 2380). Pola makan yang baik membantu tubuh tetap sehat, pikiran fokus, dan ibadah lancar.

Pastikan sarapan setiap pagi untuk energi awal hari. Sarapan memberikan energi yang dibutuhkan untuk memulai aktivitas. Dalam Islam, menjaga tubuh agar tetap sehat adalah bagian dari amanah menjaga nikmat Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim). Makan pagi yang sehat membantu tubuh dan pikiran bekerja optimal, sehingga kita bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik. Al-Qur’an juga mengingatkan kita untuk memanfaatkan rezeki Allah dengan bijak: “Makanlah dari rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu…” (QS. Al-Baqarah: 57)


Bawa bekal sehat dari rumah, seperti buah, sayuran, dan protein.Membawa bekal dari rumah memastikan makanan yang dikonsumsi lebih sehat dan terjaga kebersihannya. Islam mengajarkan untuk memilih makanan yang halal dan thayyib (baik). Allah berfirman: “Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168) , Bekal sehat juga merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah dengan menjaga tubuh tetap sehat.


Hindari makanan cepat saji yang tinggi gula dan lemak. Makanan cepat saji seringkali mengandung bahan-bahan yang tidak baik untuk kesehatan, seperti lemak trans dan gula berlebih, yang dapat menyebabkan berbagai penyakit. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam makan: “Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi manusia beberapa suap makanan untuk menegakkan tulang punggungnya. Jika harus makan lebih banyak, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napas.” (HR. Tirmidzi) Menghindari makanan yang merugikan kesehatan juga merupakan bentuk menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan.


Minum cukup air untuk mencegah dehidrasi. Air adalah nikmat Allah yang sangat penting bagi kehidupan. Memastikan tubuh tetap terhidrasi adalah bagian dari menjaga kesehatan. Allah berfirman: “Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. Al-Anbiya: 30) Rasulullah ﷺ juga mencontohkan untuk minum dengan tenang, tidak tergesa-gesa, dan bersyukur atas nikmat tersebut: “Janganlah kalian minum dengan sekali teguk seperti unta, tetapi minumlah dua atau tiga kali tegukan, dan ucapkanlah basmalah sebelum minum serta hamdalah setelahnya.” (HR. Tirmidzi)


Jadwalkan waktu makan yang teratur meskipun sibuk. Mengatur waktu makan membantu menjaga energi dan kesehatan tubuh. Islam mengajarkan pentingnya disiplin waktu, termasuk dalam hal makan. Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan waktu makan, sehingga tubuh tetap sehat untuk beribadah dan menjalankan tugas. Ulama seperti Imam Al-Ghazali juga menekankan pentingnya menjaga pola makan yang seimbang agar tubuh tetap kuat untuk ibadah dan mencari ilmu. Allah juga berfirman: “Dan makanlah dan minumlah, tetapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)


Dengan menjaga pola makan yang sehat, remaja tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga dapat lebih optimal dalam menjalankan tugas duniawi dan ibadah kepada Allah. Pola makan yang baik adalah bagian dari syukur atas nikmat Allah dan bentuk penghambaan kepada-Nya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *