MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

5 Fitrah dalam Islam Yang Disunnahkan Rasulullah

Dalam Islam, terdapat lima fitrah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW untuk dijaga dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Fitrah ini mencakup amalan-amalan yang mendekatkan seorang Muslim kepada Allah dan menjaga kesucian fisik serta rohani. Di antaranya adalah mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, menggunting kumis, dan membersihkan hidung dengan siwak atau menggunakan air. Semua amalan ini memiliki tujuan untuk menjaga kebersihan, kesehatan, dan kesucian tubuh, yang merupakan bagian dari ajaran Islam yang menekankan pentingnya kebersihan dalam kehidupan seorang Muslim.

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk menjaga fitrah ini sebagai bagian dari sunnah yang membawa keberkahan. Hal ini juga merupakan wujud rasa syukur atas tubuh yang diberikan Allah SWT. Melalui praktik-praktik ini, seorang Muslim tidak hanya menjaga kebersihan fisik, tetapi juga mengikuti sunnah yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi. Dengan melaksanakan fitrah ini, seorang Muslim dapat merasakan manfaat baik dari segi kesehatan, kebersihan, maupun kedekatan dengan Allah SWT.

Dalam Islam, konsep fitrah merujuk kepada keadaan alami atau bawaan manusia yang cenderung kepada kebersihan, kesucian, dan ketaatan kepada Allah. Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk praktis untuk menjaga fitrah ini melalui lima amalan kebersihan yang disunnahkan dalam hadis berikut:

“Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kuku, dan mencukur kumis.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Berikut adalah penjelasan tentang lima amalan tersebut:

1. Khitan (Sunat)

Khitan adalah tindakan memotong sebagian kulit yang menutupi kepala kemaluan (kulup) pada laki-laki. Bagi perempuan, khitan dilakukan dengan cara berbeda yang bertujuan untuk kebersihan dan kesucian.
Khitan memiliki beberapa hikmah, di antaranya:

  • Menjaga kebersihan tubuh, terutama dari najis yang dapat terperangkap.
  • Meningkatkan kesehatan dengan mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan penyakit lainnya.
  • Merupakan tanda ketaatan kepada perintah Allah yang telah diwajibkan bagi laki-laki.

2. Mencukur Bulu Kemaluan

Mencukur kemaluan adalah salah satu praktik fitrah yang dianjurkan dalam ajaran Islam untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Praktik ini termasuk dalam fitrah manusia yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, yang mencakup beberapa kebiasaan bersih diri, seperti memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong kumis. Mencukur rambut kemaluan membantu mencegah pertumbuhan bakteri, mengurangi risiko infeksi, serta menjaga kebersihan area sensitif, terutama bagi mereka yang aktif secara fisik.

Selain manfaat kesehatan, mencukur kemaluan juga memiliki dimensi spiritual. Kebersihan merupakan bagian dari iman, dan menjaga tubuh tetap bersih mencerminkan ketaatan seorang Muslim terhadap perintah agama. Dalam Islam, disarankan agar rambut kemaluan tidak dibiarkan tumbuh lebih dari 40 hari, seperti yang dijelaskan dalam beberapa riwayat hadis. Dengan menjaga kebiasaan ini, seseorang dapat mencapai kebersihan fisik sekaligus mendapatkan pahala karena menjalankan sunnah Nabi.

3. Mencabut Bulu Ketiak

Mencabut bulu ketiak merupakan salah satu amalan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari fitrah yang perlu dijaga oleh setiap Muslim. Dalam hadis-hadis yang sahih, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk mencabut bulu ketiak sebagai bagian dari menjaga kebersihan dan kesucian tubuh. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya kebersihan pribadi dalam Islam, karena tubuh yang bersih tidak hanya bermanfaat dari segi kesehatan, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap anugerah yang diberikan Allah SWT. Mencabut bulu ketiak termasuk dalam lima amalan fitrah yang dianjurkan, bersama dengan mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, menggunting kumis, dan membersihkan hidung dengan siwak.  Dari sisi kesehatan, mencabut bulu ketiak memiliki manfaat dalam mencegah penumpukan kuman dan bakteri yang dapat berkembang biak di area tersebut. Dengan menjaga kebersihan ketiak, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Rasulullah, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Selain itu, mencabut bulu ketiak secara rutin juga memberikan kenyamanan, mengurangi bau badan, dan meningkatkan rasa percaya diri. Amalan ini, meskipun terlihat sederhana, memiliki dampak besar dalam menjaga kebersihan tubuh dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pengamalan sunnah fitrah yang diperintahkan dalam agama Islam. Mencabut lebih dianjurkan dibandingkan mencukur karena dapat memperlambat pertumbuhan bulu kembali, tetapi mencukur pun dibolehkan jika mencabut dirasa sulit. Hikmahnya adalah:

  • Mencegah bau badan akibat keringat yang menumpuk.
  • Menjaga kesehatan kulit di area ketiak.

4. Memotong Kuku

Memotong kuku adalah amalan sunnah yang sangat penting untuk menjaga kebersihan tangan dan kaki. Rasulullah ﷺ mengajarkan agar kita tidak membiarkan kuku panjang karena kotoran dapat berkumpul di bawahnya, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit. Dalam ajaran Islam, kuku sebaiknya dipotong secara rutin, terutama sebelum shalat Jumat. Memotong kuku merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Kebiasaan ini termasuk dalam lima perkara fitrah sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dengan memotong kuku secara rutin, seseorang dapat mencegah penumpukan kotoran atau bakteri yang dapat menjadi sumber penyakit. Rasulullah juga mengajarkan adab dalam memotong kuku, seperti dimulai dari tangan kanan, kemudian tangan kiri, dilanjutkan ke kaki kanan, dan terakhir kaki kiri.

Selain manfaat kebersihan, memotong kuku juga memiliki nilai spiritual. Kebiasaan ini menunjukkan perhatian seorang Muslim terhadap fitrah yang telah Allah tetapkan, sekaligus menjadi wujud kepatuhan terhadap sunnah Nabi. Dalam beberapa riwayat, dianjurkan untuk memotong kuku setiap hari Jumat sebagai bentuk persiapan menghadiri shalat Jumat, sehingga seseorang tidak hanya bersih secara lahiriah, tetapi juga siap beribadah dengan penuh keutamaan. Dengan melakukannya secara teratur, seorang Muslim dapat menjaga tubuh tetap sehat dan mendapatkan pahala karena mengikuti ajaran agama.

5. Mencukur Kumis

Mencukur atau merapikan kumis merupakan sunnah yang bertujuan untuk membedakan umat Islam dari umat lain dan menjaga kebersihan wajah. Rasulullah ﷺ menganjurkan agar kumis tidak dibiarkan panjang sehingga tampak rapi dan bersih. Hikmah lainnya adalah menjaga kebersihan mulut dan makanan dari kemungkinan terkena kumis.


Hikmah dan Manfaat Menjaga Fitrah

Kelima amalan fitrah ini mengajarkan pentingnya kebersihan dan kesucian dalam Islam. Kebersihan adalah bagian dari iman, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

“Kebersihan adalah separuh dari iman.”
(HR. Muslim)

Manfaatnya tidak hanya dirasakan secara spiritual, tetapi juga fisik dan sosial. Tubuh yang bersih dan rapi mencerminkan seorang Muslim yang menjaga amanah tubuhnya sebagai ciptaan Allah.

Menjaga fitrah dengan mengamalkan lima sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Selain sebagai ibadah, amalan ini juga menjadi wujud kepedulian terhadap kesehatan dan kebersihan diri. Mari kita terus menjaga fitrah ini sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *