Ceramah Shalat Tarawih MAB (Masjid Alfalah Benhil) Jakarta
Ahad 8 Maret 2026
Ustadz Dr Abdul Hakim Zawawi MA, Ikatan Yang Saling Meneduhkan
Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan menaati-Nya. Allah juga memerintahkan orang beriman agar menaati Allah dan Rasul-Nya. Firman Allah dalam Qur’an menyebutkan, “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul.” Karena itu kaum muslim menjadikan Al Quran dan sunah Nabi sebagai pedoman hidup.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa setan pernah berusaha agar manusia menyembahnya, tetapi ia putus asa. Namun setan tetap menggoda manusia melalui perkara yang dianggap kecil dan remeh. Oleh karena itu Nabi ﷺ menegaskan bahwa beliau meninggalkan dua pegangan yang kuat bagi umatnya. Jika dua perkara ini dipegang dengan erat maka manusia tidak akan tersesat selamanya. Dua pedoman itu adalah kitab Allah dan sunah Rasul-Nya.
Di zaman sekarang teknologi berkembang sangat cepat. Informasi menyebar dengan mudah. Namun di tengah kemajuan itu banyak orang berbicara tentang agama hanya berdasarkan akal dan pendapat pribadi, bukan berdasarkan Al Quran dan sunah. Hal ini juga terjadi dalam urusan rumah tangga dan pernikahan. Padahal Allah telah memberikan batasan yang jelas tentang kehidupan suami dan istri.
Allah menjanjikan pahala besar bagi orang yang beriman dan taat kepada-Nya. Mereka yang menjaga ketaatan kepada Allah akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar. Allah juga menjelaskan tentang wanita yang salehah. Wanita salehah adalah wanita yang menjaga agama, menjaga kehormatan dirinya, dan menaati suaminya dalam kebaikan.
Rasulullah ﷺ menjelaskan ciri wanita salehah. Wanita yang menjaga shalat lima waktu, menjaga puasa Ramadhan, menjaga kehormatan dirinya, dan taat kepada suaminya akan dimudahkan masuk surga. Nabi ﷺ bersabda bahwa wanita seperti itu akan dipersilakan masuk surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.
Dalam sejarah para sahabat terdapat kisah yang agung tentang kesabaran seorang istri. Istri dari sahabat Abu Talhah al-Ansari yaitu Ummu Sulaim pernah kehilangan anaknya yang wafat. Ia tetap bersabar dan tidak langsung memberitahukan kepada suaminya. Setelah suaminya tenang barulah ia menjelaskan dengan cara yang lembut bahwa anak mereka telah kembali kepada Allah. Ketika kisah ini sampai kepada Nabi ﷺ, beliau mendoakan keberkahan bagi keluarga tersebut.
Nabi ﷺ juga mengingatkan agar seorang istri tidak menyakiti suaminya. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa apabila seorang istri menyakiti suaminya di dunia maka bidadari di surga akan berkata agar ia tidak menyakitinya karena suami tersebut hanya sementara bersamanya di dunia.
Sebaliknya Islam juga mengajarkan agar seorang suami memperlakukan istrinya dengan baik. Suami harus bertanggung jawab menafkahi keluarga, menjaga kehormatan rumah tangga, dan memimpin keluarga dengan kasih sayang. Seorang suami bekerja keras siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Hubungan suami dan istri dalam Islam harus dibangun atas dasar iman dan ketaatan kepada Allah. Cinta dalam rumah tangga bukan hanya cinta dunia, tetapi cinta yang membawa keduanya menuju ketaatan kepada Allah. Jika suami dan istri saling mendukung dalam kebaikan, saling menjaga kehormatan, dan saling menasihati dalam ketaatan, maka rumah tangga akan menjadi jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.















Leave a Reply