MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Berdoa Setelah Tasyahud Akhir atau Setelah Salam, Menurut Sunah dan Ulama

Doa merupakan inti dari ibadah dalam Islam, dan pelaksanaannya dalam salat menjadi salah satu momen yang sangat dianjurkan. Salah satu perdebatan di kalangan umat adalah mengenai waktu terbaik untuk berdoa dalam salat fardhu, terutama antara tasyahud akhir sebelum salam dan setelah salam. Artikel ini membahas kedudukan doa dalam dua waktu tersebut berdasarkan hadis sahih, pandangan ulama mazhab klasik dan kontemporer (non-Indonesia), serta perspektif ormas Islam Indonesia seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Majelis Tarjih Muhammadiyah.

Melalui pendekatan sistematis, artikel ini menelaah dalil-dalil hadis yang menunjukkan keutamaan berdoa dalam salat, serta menganalisis pendapat 13 ulama besar dari empat mazhab utama dan tokoh kontemporer. Analisis juga mempertimbangkan bagaimana umat Islam menyikapi perbedaan pendapat ini secara bijaksana dan toleran, demi menjaga persatuan dalam keberagaman praktik ibadah.


Salat merupakan pilar kedua dalam rukun Islam, yang memiliki dimensi ibadah fisik dan spiritual. Dalam praktiknya, terdapat momen-momen khusus yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa. Salah satunya adalah setelah tasyahud akhir dan sebelum salam. Banyak hadis sahih yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan para sahabat untuk memohon perlindungan dari berbagai keburukan pada saat itu, menjadikannya waktu yang utama untuk berdoa.

Namun, sebagian umat juga terbiasa berdoa setelah salam, baik dengan doa-doa zikir maupun permohonan pribadi. Ini menimbulkan pertanyaan tentang manakah yang lebih utama dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ. Perbedaan pandangan di antara ulama menjadi referensi penting dalam menjelaskan praktik ini secara ilmiah dan tidak semata-mata tradisional.


SUNAH DAN HADIS SAHIH TENTANG DOA SEBELUM ATAU SESUDAH SALAM

  1. Dalil Doa Setelah Tasyahud Akhir Sebelum Salam Hadis dari Abu Hurairah رضي الله عنه: Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian selesai dari tasyahud akhir, maka hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara…” (HR. Muslim no. 588) Ini menunjukkan bahwa waktu sebelum salam adalah momen yang sangat dianjurkan untuk berdoa, terutama memohon perlindungan dari fitnah kubur, siksa neraka, fitnah kehidupan, dan Dajjal.
  2. Doa-Doa yang Diajarkan Nabi Sebelum Salam Dalam banyak riwayat sahih lainnya, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa-doa tertentu kepada sahabatnya seperti: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ… (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi). Ini menjadi indikasi kuat bahwa berdoa sebelum salam adalah bagian dari sunah Nabi yang eksplisit.
  3. Dalil dan Praktik Setelah Salam Doa setelah salam lebih banyak berdasar pada riwayat zikir, bukan doa personal. Misalnya: “Aku duduk bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau tidaklah berdiri dari tempat shalatnya kecuali beliau mengucapkan: Astaghfirullah… tiga kali.” (HR. Muslim). Zikir ini memang dianjurkan, namun bukan dalam konteks permohonan doa seperti dalam tasyahud akhir.
  4. Kebiasaan Sahabat dan Tabiin Ulama salaf seperti Ibn Mas’ud dan Umar bin Khattab diketahui banyak memanjatkan doa sebelum salam, sementara tidak ada riwayat eksplisit dari mereka mengenai doa langsung setelah salam secara berjamaah kecuali untuk dzikir.
  5. Pandangan Imam al-Nawawi Imam Nawawi dalam al-Majmu’ mengatakan: “Disunahkan memperbanyak doa setelah tasyahud akhir sebelum salam karena itu waktu yang sangat mulia.” Ini menjadi penguatan dari praktik doa sebelum salam sebagai sunnah muakkadah.

TABEL PERBANDINGAN PANDANGAN ULAMA

No Ulama / Mazhab Waktu Utama Berdoa Penjelasan Singkat
1 Imam Abu Hanifah (Hanafi) Sebelum salam Berdoa sebelum salam disunahkan khususnya doa perlindungan
2 Imam Malik (Maliki) Sebelum salam Menekankan doa tasyahud akhir
3 Imam Syafi’i (Syafi’i) Sebelum salam Doa saat tasyahud akhir sangat dianjurkan
4 Imam Ahmad (Hanbali) Sebelum salam Doa sebelum salam dengan doa ma’tsur sangat utama
5 Ibn Qayyim al-Jawziyyah Sebelum salam Doa-doa terbaik Nabi berada dalam tasyahud akhir
6 Ibn Taymiyyah Sebelum salam Fokus pada tuntunan Nabi dalam tasyahud akhir
7 Imam Nawawi Sebelum salam Mewajibkan doa perlindungan sebelum salam
8 Syaikh Bin Baz Sebelum salam Ikuti sunnah Nabi dengan doa perlindungan sebelum salam
9 Syaikh al-Albani Sebelum salam Menolak doa langsung setelah salam kecuali zikir
10 Syaikh Utsaimin Sebelum salam Memperbanyak doa pada waktu tasyahud akhir
11 Syaikh Shalih al-Fauzan Sebelum salam Berdoa sebelum salam itu sunnah Nabi
12 Syaikh Abdurrazzaq al-Badr Sebelum salam Waktu terbaik doa adalah sebelum salam
13 Syaikh Yusuf al-Qaradawi Sebelum & sesudah salam Tidak masalah selama tidak bertentangan, tapi sunnahnya sebelum

PANDANGAN ORMAS ISLAM DI INDONESIA

sikap dari tiga otoritas keagamaan besar di Indonesia — Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU), dan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah — mengenai doa setelah tasyahud akhir sebelum salam vs doa setelah salam, berdasarkan dokumen, fatwa, dan kecenderungan fikih mereka:


  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) MUI secara institusional tidak mengeluarkan fatwa khusus yang secara eksplisit membandingkan doa sebelum salam vs sesudah salam dalam salat. Namun, MUI menekankan pentingnya mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam semua aspek ibadah, termasuk dalam hal waktu berdoa di dalam salat. Kecenderungan:
    • Mengakui bahwa doa sebelum salam dalam tasyahud akhir adalah bagian dari tuntunan yang sahih dari Nabi Muhammad ﷺ.
    • Doa setelah salam tidak diingkari, namun lebih difokuskan pada zikir ma’tsur (yang bersumber dari Nabi), dan doa tambahan bersifat umum, tidak dalam rangkaian salat fardhu.
    • Dalam buku “Himpunan Fatwa MUI”, penekanan utama ada pada menjaga keabsahan dan tuntunan ibadah sesuai sunnah serta toleransi dalam furu’iyyah.
  • Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU):
    • LBM NU dalam berbagai keputusan Bahtsul Masail menyatakan bahwa:
    • Doa sebelum salam dalam tasyahud akhir adalah waktu yang paling utama dan disunnahkan secara kuat.
    • Setelah salam, disunnahkan melakukan zikir berjamaah dan diperbolehkan doa bersama, terutama dalam konteks sosial dan spiritual komunitas.
    • Dalil yang digunakan: Mengutip hadis-hadis sahih dari Muslim, Abu Dawud, dan lainnya mengenai doa sebelum salam.
    • Juga menggunakan pendekatan ‘urf (tradisi lokal) dan maslahah (kemaslahatan umum) untuk membolehkan doa berjamaah setelah salam, meskipun bukan tuntunan Nabi secara langsung.
    • Kesimpulan NU:
      • Yang paling utama tetap doa sebelum salam, namun tidak mengharamkan atau menyalahkan doa setelah salam, karena tujuannya adalah penguatan ruhani dan silaturahmi.
      • Penekanan pada toleransi dan kebijaksanaan dalam praktik jamaah.

  • Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah
    • Tegas menyatakan bahwa doa dalam salat yang sesuai sunnah adalah doa pada saat tasyahud akhir sebelum salam.
    • Setelah salam, fokus utama adalah zikir ma’tsur seperti tasbih, tahmid, takbir, dan istighfar, sebagaimana diajarkan Nabi ﷺ.
    • Doa setelah salam tidak disyariatkan dalam bentuk berjamaah atau dipimpin, karena tidak ditemukan dalam praktik Rasulullah ﷺ.
    • Dalil yang digunakan: Hadis-hadis sahih dari Muslim dan Abu Dawud yang menyebutkan doa perlindungan dari empat hal sebelum salam.
    • Hadis tentang zikir setelah salam sebagai wirid pribadi, bukan doa berjamaah.
    • Kesimpulan Muhammadiyah:
      • Doa terbaik dan sesuai tuntunan adalah sebelum salam.
      • Doa setelah salam bukan bagian dari ritual salat, dan apabila dilakukan hendaknya tidak berjamaah atau terstruktur secara formal.

Tabel Ringkasan Pandangan Ormas Islam di Indonesia

Ormas Islam Doa Sebelum Salam Doa Setelah Salam Catatan Tambahan
MUI Dianjurkan, bagian dari sunnah Diperbolehkan, umum dan zikir Tidak membedakan secara tegas, menekankan toleransi
NU (LBM) Sangat dianjurkan dan utama Diperbolehkan (juga berjamaah) Berdasarkan dalil dan maslahah, tidak menyesatkan perbedaan
Muhammadiyah Sangat dianjurkan, sesuai sunnah Tidak dianjurkan (khusus) Doa berjamaah setelah salam tidak ada dalil dari Nabi

Bagaimana Umat Menyikapinya

Perbedaan pendapat di kalangan ulama dan ormas Islam tentang waktu terbaik untuk berdoa dalam salat sejatinya mencerminkan kekayaan khazanah keilmuan Islam, bukan perpecahan. Umat sebaiknya menyadari bahwa perbedaan ini muncul bukan karena pertentangan akidah, melainkan perbedaan dalam memahami dalil dan praktik Nabi Muhammad ﷺ. Karena itu, setiap muslim hendaknya menanamkan sikap tasamuh (toleransi) dalam furu’iyyah (cabang-cabang agama) serta tidak tergesa menilai amalan orang lain sebagai bid’ah atau salah hanya karena berbeda dengan yang biasa dipraktikkan.

Sikap ilmiah dan dewasa harus dikedepankan dalam menyikapi perbedaan ini. Bagi umat yang terbiasa mengikuti salah satu mazhab atau panduan ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, atau fatwa MUI, sebaiknya tetap konsisten mengikuti ajaran yang telah diyakini, selama itu memiliki dasar yang sahih. Di sisi lain, tidak perlu memaksakan pendapat yang dianut kepada orang lain, apalagi mencela atau menyesatkan amalan yang berbeda yang juga berdasar dalil. Rasulullah ﷺ sendiri membolehkan adanya variasi dalam sebagian praktik ibadah, sebagai bentuk kemudahan dan keluasan hukum Islam.

Umat juga perlu meningkatkan pemahaman mereka terhadap dalil-dalil syar’i dan sejarah perbedaan fiqih dalam Islam. Dengan demikian, mereka tidak akan mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah hanya karena perbedaan bentuk zikir atau doa dalam salat. Penguatan edukasi keagamaan berbasis dalil shahih dan pendekatan yang moderat sangat dibutuhkan, terutama dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masjid. Dalam hal ini, para ustaz, imam, dan pengajar agama punya peran penting dalam menanamkan sikap saling menghargai.

Akhirnya, umat harus meyakini bahwa yang paling utama dalam ibadah bukan sekadar bentuk luarnya, tetapi keikhlasan, kekhusyukan, dan ketaatan pada Allah ﷻ. Baik yang memilih berdoa sebelum salam sesuai sunnah Nabi, maupun yang tetap berdoa setelah salam sebagai bentuk zikir dan penguatan spiritual, semua itu memiliki tempat dalam kerangka ibadah yang benar — selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar syariat. Maka, memperkuat ukhuwah dan menghindari perdebatan yang tidak produktif adalah langkah terbaik untuk menjaga persatuan umat Islam.

KESIMPULAN

Berdasarkan hadis-hadis sahih dan pandangan mayoritas ulama dari empat mazhab serta tokoh kontemporer, waktu terbaik untuk berdoa adalah sebelum salam dalam tasyahud akhir. Doa setelah salam umumnya terkait zikir ma’tsur, bukan permohonan personal. Perbedaan pendapat tetap harus dihargai dan disikapi dengan bijaksana, mengingat masing-masing memiliki dasar dalil yang valid. Umat Islam dianjurkan mengikuti praktik Nabi secara utuh tanpa menimbulkan perpecahan dalam beribadah.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *