MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Naik MRT, Menteri Abdul Mu’ti Shalat Tarawih dan Pimpin Rapat  di Masjid Al-Falah Benhil

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menunjukkan kesederhanaannya dengan memilih naik MRT untuk menghadiri shalat Tarawih di Masjid Al-Falah, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Setibanya di masjid, beliau tidak hanya melaksanakan shalat Tarawih bersama jemaah, tetapi juga memberikan ceramah yang inspiratif dan berinteraksi hangat dengan anak-anak yang antusias mencatat isi ceramahnya. Setelah itu, Prof. Mu’ti melanjutkan kegiatannya dengan memimpin rapat Yayasan Masjid Al-Falah Benhil, membahas berbagai rencana pengembangan masjid untuk jangka pendek dan panjang. Kehadirannya tidak hanya membawa semangat ibadah, tetapi juga menjadi dorongan bagi pengurus dan jemaah untuk terus menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih maju dan bermanfaat bagi umat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., memberikan ceramah salat Tarawih di MAB (Masjid Al-Falah) Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (25/3/2025). Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan akhir Ramadan untuk memperbanyak ibadah, refleksi diri, dan memohon ampunan kepada Allah. Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kepedulian sosial dan memperkuat ukhuwah Islamiyah

Ceramah Tarawih

Dalam ceramah Tarawih di MAB, Jakarta Pusat, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., menekankan keutamaan bersedekah dan bahaya kebakhilan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an. Beliau menjelaskan bahwa sedekah tidak hanya mendatangkan keberkahan dalam hidup, tetapi juga menjadi sarana penyucian harta dan jiwa. Mengutip firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Prof. Mu’ti mengingatkan bahwa sedekah diibaratkan seperti sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, yang masing-masing menghasilkan seratus biji, menunjukkan betapa besar pahala bagi orang yang gemar berbagi. Rasulullah ﷺ juga menegaskan dalam hadits bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, melainkan akan semakin bertambah dengan keberkahan dari Allah.

Selain keutamaan sedekah, Prof. Mu’ti juga memperingatkan bahaya kebakhilan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Lail ayat 8-10, bahwa orang yang kikir dan merasa cukup dengan hartanya justru akan menemui kesulitan di akhirat. Kebakhilan bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi umat dan menciptakan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, beliau mengajak para jemaah untuk senantiasa berbagi, terutama di bulan Ramadan, yang merupakan momen terbaik untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Prof. Mu’ti menutup ceramahnya dengan doa agar Allah melapangkan rezeki bagi orang-orang yang bersedekah dan menjauhkan hati umat Islam dari sifat kikir yang merugikan.

Selain memberikan ceramah, Prof. Mu’ti yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Masjid Al-Falah Benhil, turut mengikuti serangkaian kegiatan, seperti berbuka puasa bersama, salat Tarawih, dan berdiskusi dengan para pembina, pengawas, serta pengurus Yayasan Masjid Al-Falah Benhil Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, ia menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang profesional agar dapat terus berkembang sebagai pusat ibadah dan dakwah bagi masyarakat di kawasan strategis Jakarta.

Seperti biasanya, Mu’ti datang ke lokasi menggunakan moda transportasi umum, MRT. Ia lebih memilih berjalan kaki dari Stasiun MRT Bendungan Hilir menuju Masjid Al-Falah yang hanya berjarak sekitar 600 meter, daripada menggunakan kendaraan pribadi atau dijemput dengan motor.

Keputusannya untuk berjalan kaki mencerminkan kesederhanaannya sebagai pejabat publik dan pemimpin umat. Hal ini juga menjadi contoh nyata bahwa seorang pemimpin harus tetap membumi dan dekat dengan masyarakat. Sikapnya yang sederhana ini mendapatkan apresiasi dari para jamaah dan masyarakat sekitar.

Murid Madrasah Quran dan pak Menteri

Setelah salat Tarawih, anak-anak Madrasah Quran Masjid Al-Falah Benhil berkesempatan bertemu langsung dengan Mu’ti dan meminta tanda tangannya untuk jurnal tugas pembelajaran Ramadan mereka. Dengan penuh kehangatan, Mu’ti menyapa mereka dengan panggilan akrab, “Gaes,” yang membuat suasana menjadi lebih cair dan menyenangkan.

Mu’ti dengan sabar membaca satu per satu catatan jurnal Ramadan anak-anak tersebut sebelum menandatanganinya. Salah seorang murid madrasah mengungkapkan kegembiraannya, “Saya sangat bersemangat saat melihat spanduk bahwa Pak Menteri akan memberikan ceramah. Setelah bertemu langsung, saya semakin semangat. Ini pertama kalinya saya bertemu seorang menteri.” Kesempatan langka ini dimanfaatkan oleh banyak murid dan orang tua untuk mendengarkan ceramah Mu’ti serta mendapatkan tanda tangannya.

Mu’ti pun turut merasakan kebahagiaan melihat semangat anak-anak dalam mencatat dan menyimak ceramahnya. “Alhamdulillah, senang sekali melihat anak-anak begitu antusias mencatat ceramah Ramadan di Masjid Al-Falah Benhil,” ujarnya dengan senyum. Malam itu, interaksi hangat antara Mu’ti dan para jamaah, terutama anak-anak, menambah kesan mendalam dalam kunjungannya ke masjid tersebut.

Pimpin Rapat di Yayasan Masjid Alfalah Benhil Jakarta

Di tengah kesibukannya sebagai menteri dan prof Muti juga tercatat sebagai ketua pembina masjid Al-Falah Benhil Jakarta. Setelah ceramah, Prof. Mu’ti masih menyempatkan diri untuk memimpin rapat dengan para pembina, pengawas, dan pengurus Masjid Al-Falah. Pertemuan ini membahas rencana pengembangan masjid dalam jangka pendek dan panjang, termasuk strategi peningkatan layanan keagamaan dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Sebagai salah satu masjid yang terletak di pusat kota, Masjid Al-Falah diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain di Jakarta. Dengan pengelolaan yang profesional dan perencanaan yang matang, masjid ini diharapkan dapat semakin memberikan manfaat luas bagi umat Islam di sekitarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Mu’ti juga meresmikan berdirinya Lazismu Unit Layanan Masjid Al-Falah Benhil, sebuah lembaga zakat yang akan berperan dalam mengelola dan menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan adanya Lazismu di lingkungan masjid, diharapkan semakin banyak program sosial dan pemberdayaan yang dapat dijalankan, mulai dari bantuan untuk dhuafa, beasiswa pendidikan, hingga kegiatan ekonomi produktif bagi umat. Prof. Mu’ti berharap Lazismu Masjid Al-Falah dapat menjadi pusat layanan sosial yang amanah dan profesional, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *