Doa iftitah adalah doa yang dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surah Al-Fatihah dalam shalat. Doa ini merupakan sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diamalkan oleh para sahabat. Tujuan dari doa iftitah adalah sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT sebelum masuk ke dalam bacaan inti shalat. Doa ini mengandung pujian kepada Allah dan permohonan ampunan serta petunjuk-Nya.
Di kalangan ulama, terdapat beberapa riwayat mengenai doa iftitah yang dibaca oleh Rasulullah SAW. Perbedaan ini muncul karena berbagai hadits yang menunjukkan bahwa Nabi SAW membaca beberapa doa iftitah yang berbeda dalam shalatnya. Oleh karena itu, para ulama dari empat mazhab memiliki pendapat yang berbeda mengenai doa iftitah mana yang lebih utama dibaca dalam shalat. Namun, mereka sepakat bahwa membaca doa iftitah adalah sunnah dan bukan bagian dari rukun shalat.
Doa Iftitah Sesuai Sunnah dan Sahabat
Para sahabat Nabi SAW mengamalkan beberapa versi doa iftitah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW. Salah satu doa yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah RA adalah:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلٰهَ غَيْرُكَ
Subhanakallahumma wa bihamdika, wa tabarakasmuka, wa ta’ala jadduka, wa la ilaha ghayruk.
(Mahasuci Engkau, ya Allah, dan dengan memuji-Mu, nama-Mu penuh keberkahan, keagungan-Mu tinggi, dan tidak ada ilah selain Engkau).
(HR. Muslim)
Selain itu, sahabat Abdullah bin Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW juga membaca doa iftitah lainnya:
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالمَاءِ وَالبَرَدِ
Allahumma ba‘id bayni wa bayna khatayaya kama ba‘adta bayna al-mashriqi wa al-maghrib. Allahumma naqqini min khatayaya kama yunaqqa ath-thawbu al-abyadhu min al-danas. Allahumma ighsilni min khatayaya bil-ma’i wa ath-thalji wa al-barad.
(Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah aku dari kesalahanku sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari kesalahanku dengan air, salju, dan embun.)
(HR. Bukhari & Muslim)
Bacaan Doa Iftitah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Dari berbagai hadits yang diriwayatkan, terdapat beberapa bacaan doa iftitah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Selain doa yang telah disebutkan sebelumnya, Nabi SAW juga pernah membaca doa berikut:
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ المُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المُسْلِمِينَ
Wajjahtu wajhiya lilladzi fataras samawati wal-ardha hanifan wa ma ana minal musyrikin. Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin, la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.
(Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menciptakan langit dan bumi dengan lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang Muslim.)
(HR. Muslim)
Dari berbagai riwayat ini, terlihat bahwa Rasulullah SAW membaca doa iftitah yang berbeda dalam shalatnya. Oleh karena itu, umat Islam diberi kebebasan untuk memilih salah satu doa iftitah yang sesuai dengan sunnah.
Tabel Membaca Doa Iftitah dalam Shalat Menurut Sunnah dan Ulama Empat Mazhab
| Mazhab | Hukum Membaca Doa Iftitah | Bacaan yang Dianjurkan | Tempat Membaca Doa Iftitah |
|---|---|---|---|
| Sunnah Sahabat | Sunnah, boleh memilih bacaan yang diajarkan Nabi SAW | Subhanakallahumma wa bihamdika… atau Allahumma ba’id bayni… | Setelah takbiratul ihram sebelum Al-Fatihah |
| Mazhab Hanafi | Sunnah, tetapi tidak wajib | Subhanakallahumma wa bihamdika… | Setelah takbiratul ihram sebelum Al-Fatihah |
| Mazhab Maliki | Tidak dianjurkan, langsung membaca Al-Fatihah | Tidak ada bacaan khusus | Tidak dibaca dalam shalat |
| Mazhab Syafi’i | Sunnah, dianjurkan membaca salah satu doa yang ada dalam hadits | Subhanakallahumma wa bihamdika… atau Allahumma ba’id bayni… | Setelah takbiratul ihram sebelum Al-Fatihah |
| Mazhab Hanbali | Sunnah, tetapi tidak wajib | Subhanakallahumma wa bihamdika… atau Allahumma ba’id bayni… | Setelah takbiratul ihram sebelum Al-Fatihah |
Sikap Umat dalam Menyikapi Perbedaan Doa Iftitah dalam Shalat
Dalam menyikapi perbedaan tentang doa iftitah, umat Islam perlu memahami bahwa semua pendapat yang ada memiliki dasar dari sunnah Rasulullah SAW. Jika seseorang memilih untuk membaca doa iftitah berdasarkan riwayat tertentu, itu adalah bagian dari mengikuti sunnah. Begitu pula jika ada yang tidak membacanya karena mengikuti mazhab Maliki, hal tersebut juga sah dan tidak membatalkan shalat. Yang terpenting adalah tetap menjaga ukhuwah Islamiyah dan tidak mempermasalahkan perbedaan dalam perkara sunnah yang memiliki banyak riwayat sahih.
Penutup
Doa iftitah adalah amalan sunnah yang diajarkan Rasulullah SAW dalam berbagai bentuk bacaan. Umat Islam bebas memilih bacaan yang sesuai dengan sunnah dan keyakinan mazhab yang diikuti. Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dalam shalat dan memahami bahwa perbedaan dalam masalah sunnah bukanlah sesuatu yang harus diperdebatkan, melainkan bagian dari keberagaman fiqih Islam yang kaya.


















Leave a Reply