Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam pola makan. Kebiasaan makan beliau mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan ruhani, serta menunjukkan sikap hidup sederhana yang menjauhkan diri dari sikap berlebihan. Dalam ajaran Islam, makanan bukan hanya sumber energi, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah mencontohkan bagaimana seorang Muslim seharusnya menghargai nikmat Allah dengan menjaga adab saat makan dan memanfaatkan makanan untuk kesehatan tubuh serta kekuatan ibadah.
Sunnah Rasulullah dalam makan tidak hanya mencakup jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana cara beliau makan. Beliau makan dengan penuh kesederhanaan, tidak berlebihan, dan selalu dimulai dengan doa. Kebiasaan makan yang beliau ajarkan tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mengajarkan akhlak mulia, seperti bersyukur, berbagi, dan tidak menyia-nyiakan nikmat Allah. Berikut adalah 10 kebiasaan makan Rasulullah berdasarkan hadits shahih.
10 Adab & Kebiasaan Makan Rasulullah
- Memulai Makan dengan Bismillah
Rasulullah selalu memulai makan dengan membaca “Bismillah” sebagai bentuk rasa syukur dan doa keberkahan atas makanan.
Dalil:
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa, hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillahi fi awwalihi wa akhirihi’ (Dengan nama Allah di awal dan akhirnya).”
(HR. Abu Dawud, no. 3767; Tirmidzi, no. 1858; shahih menurut Al-Albani) - Makan dengan Tangan Kanan
Rasulullah menganjurkan makan dengan tangan kanan dan melarang menggunakan tangan kiri karena itu adalah kebiasaan setan.
Dalil:
“Jika salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah ia makan dengan tangan kanannya, dan jika minum, maka hendaklah ia minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”
(HR. Muslim, no. 2020) - Makan dari Sisi yang Dekat
Rasulullah mengajarkan untuk makan dari sisi makanan yang dekat terlebih dahulu, terutama jika makan bersama.
Dalil:
“Makanlah dari sisi yang dekat denganmu.”
(HR. Bukhari, no. 2456; Muslim, no. 2022) - Tidak Berlebihan dalam Makan
Rasulullah menekankan agar tidak makan secara berlebihan, melainkan hanya untuk menjaga kekuatan tubuh.
Dalil:
“Tidaklah anak Adam memenuhi suatu wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya.”
(HR. Tirmidzi, no. 2380; Ibnu Majah, no. 3349; shahih menurut Al-Albani) - Tidak Meniup Makanan atau Minuman
Rasulullah melarang meniup makanan atau minuman karena dapat mengurangi kebersihan dan keberkahannya.
Dalil:
“Apabila kalian minum, janganlah kalian bernapas di dalam bejana.”
(HR. Bukhari, no. 5630; Muslim, no. 267) - Duduk saat Makan dan Minum
Rasulullah selalu duduk dengan tenang saat makan dan minum, tidak tergesa-gesa atau berdiri.
Dalil:
“Nabi melarang seseorang minum sambil berdiri.”
(HR. Muslim, no. 2024) - Berbagi Makanan
Rasulullah menganjurkan untuk berbagi makanan dengan orang lain, terutama tetangga dan fakir miskin.
Dalil:
“Bukanlah seorang Mukmin jika ia kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.”
(HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad, no. 112; shahih menurut Al-Albani) - Tidak Mencela Makanan
Rasulullah tidak pernah mencela makanan, baik beliau menyukainya maupun tidak.
Dalil:
“Rasulullah tidak pernah mencela makanan. Jika beliau suka, beliau memakannya, dan jika tidak suka, beliau meninggalkannya.”
(HR. Bukhari, no. 3563; Muslim, no. 2064) - Membersihkan Sisa Makanan
Rasulullah mengajarkan untuk menghabiskan makanan hingga bersih dan tidak menyisakan makanan.
Dalil:
“Kalian tidak tahu di bagian makanan mana terdapat keberkahan.”
(HR. Muslim, no. 2033) - Menutup Makanan Sebelum Tidur
Rasulullah menganjurkan untuk menutup makanan dan minuman agar terhindar dari kotoran atau gangguan.
Dalil:
“Tutuplah bejana dan tempat air kalian.”
(HR. Bukhari, no. 5624; Muslim, no. 2012)
Penutup
Kebiasaan makan Rasulullah bukan hanya mencerminkan adab Islami, tetapi juga mengandung hikmah besar bagi kesehatan tubuh dan jiwa. Dengan meneladani sunnah ini, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesehatannya, tetapi juga menunjukkan sikap syukur kepada Allah atas nikmat makanan. Pola makan Rasulullah mengajarkan kesederhanaan, kebersihan, dan keberkahan dalam setiap suap makanan. Mengamalkan sunnah ini bukan hanya memperbaiki kualitas hidup, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadikan setiap aktivitas sehari-hari bernilai ibadah.



















Leave a Reply