MAB

MAB (MASJID AL-FALAH BENHIL) JAKARTA. Ilmu, Ibadah, dan Amal: untuk Semua Generasi dan Semua Kalangan

Fiqih Shalat: Tatacara Salam dalam Shalat Sesuai Sunah

Salam dalam shalat adalah tindakan penutupan shalat yang sangat penting, dilakukan dengan mengucapkan kalimat “Assalamu’alaikum wa rahmatullah” kepada kedua sisi (kanan dan kiri) setelah tasyahud akhir. Salam ini memiliki makna yang mendalam, yaitu sebagai doa keselamatan dan rahmat dari Allah SWT untuk diri sendiri dan umat Islam. Dalam tatacara salam, ada adab dan bacaan yang harus dilakukan sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah penjelasan mengenai tatacara salam dalam shalat, beserta dalil hadits shahih yang mendasarinya.

Tatacara Salam dalam Shalat

Salam dalam shalat dilakukan setelah tasyahud akhir pada rakaat terakhir. Posisi tubuh saat salam adalah dengan memalingkan wajah ke arah kanan terlebih dahulu, diikuti dengan memalingkan wajah ke arah kiri. Dalam setiap salam, seseorang mengucapkan kalimat “Assalamu’alaikum wa rahmatullah” dengan suara yang jelas dan penuh penghayatan. Hal ini menunjukkan doa keselamatan dan rahmat kepada diri sendiri serta umat Islam secara umum.

Hadits shahih yang menjelaskan tata cara salam adalah: “Nabi SAW apabila selesai dari tasyahud akhir, beliau mengucapkan salam dengan memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri, sambil mengucapkan ‘Assalamu’alaikum wa rahmatullah’.” (HR. Muslim, No. 394).
Hadits ini menunjukkan bahwa tatacara salam yang benar adalah dengan memalingkan wajah ke kanan terlebih dahulu, kemudian ke kiri, sambil mengucapkan salam dengan penuh penghayatan.

Salam dilakukan dengan menoleh ke kanan hingga pipi terlihat dari belakang kemudian menoleh ke kiri hingga pipi terlihat dari belakang, sambil mengucapkan salam. Sebagaimana hadits dari Ibnu Mas’ud radhiallahu’anhu:  “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam biasanya salam ke kanan dan ke kirinya dengan ucapan: as salaamu ‘alaikum warahmatullah (ke kanan), as salaamu ‘alaikum warahmatullah (ke kiri), hingga terlihat putihnya pipi beliau.” (HR. Abu Daud no. 996, Ibnu Majah no. 914, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah)

Juga dalam hadis dari Amir bin Sa’ad radhiallahu’anhu: Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam salam ke kanan dan ke kiri, hingga aku melihat putihnya pipi beliau.” (HR. Muslim no. 582)

Kesalahan dalam Salam

Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam salam adalah sebagai berikut:

  1. Tidak Memalingkan Wajah dengan Benar: Sebagian orang mungkin tidak memalingkan wajah dengan benar saat salam, seperti hanya memalingkan kepala sedikit atau tidak memalingkan wajah sama sekali.
  2. Ucapan Salam yang Cepat: Beberapa orang mungkin mengucapkan salam dengan cepat dan tidak jelas, sehingga tidak dapat meresapi makna doa yang terkandung dalam salam tersebut.
  3. Tidak Mengucapkan Salam pada Kedua Sisi: Beberapa orang mungkin hanya mengucapkan salam pada satu sisi saja (kanan atau kiri), padahal salam harus diucapkan pada kedua sisi.

Hadits shahih yang menjelaskan hal ini adalah: “Nabi SAW mengucapkan salam dengan jelas dan tidak terburu-buru, serta memalingkan wajahnya dengan sempurna pada kedua sisi.” (HR. Bukhari, No. 812). Hadits ini menekankan pentingnya mengucapkan salam dengan jelas dan memalingkan wajah dengan benar pada kedua sisi.

Penutup

Salam dalam shalat adalah bagian akhir dari ibadah shalat yang harus dilakukan dengan benar sesuai dengan sunah Nabi Muhammad SAW. Kesalahan dalam memalingkan wajah, ucapan salam yang cepat, atau tidak mengucapkan salam pada kedua sisi dapat mengurangi kesempurnaan shalat. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengikuti tata cara yang telah diajarkan oleh Nabi SAW agar shalat kita sah dan diterima oleh Allah SWT. Semoga kita semua dapat melaksanakan salam dengan benar dan memperoleh ridha dari Allah SWT.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *